Jakarta, Buserbindo.com – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menyiapkan proyek infrastruktur yang akan meningkatkan kecepatan internet di Indonesia di masa depan.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi berencana meningkatkan kecepatan Internet di Indonesia, khususnya Internet fixed broadband, minimal 100 Mbps.
Tujuannya agar rute-rute tersebut lebih kompetitif bagi perusahaan-perusahaan Indonesia, tidak hanya di luar negeri tetapi juga di Asia Tenggara.
Laporan Speedtest Global Index yang dirilis Ookla menunjukkan bahwa pada Januari 2024, rata-rata kecepatan internet seluler di Indonesia sebesar 25,37 Mbps dan kecepatan internet fixed broadband sebesar 29,43 Mbps.
Sekadar informasi, Pemerintah sudah menerapkan palapa ring yaitu H. pembangunan kabel serat optik khususnya di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).
Proyek yang dilaksanakan Bakti Kominfo ini terbagi dalam tiga paket, yakni Paket Barat, Paket Tengah, dan Paket Timur.
“Integrasi Palapa Ring ini sangat penting karena karena kita menargetkan fixed broadband 100 Mbps maka perlu dilakukan fiberisasi. Nah, fibrasi ini berdampak pada jaringan terestrial dan SKKL (sistem komunikasi kabel bawah laut),” kata Fadhilah Mathar, Direktur Bakti Kominfo Kementerian Komunikasi dan Infrastruktur, Jumat (08/03/2024). Informasi.
Palapa Ring yang sebelumnya terpisah akan disatukan melalui Proyek Palapa Ring Integrasi .
Tujuannya hanya satu, kabupaten/kota di seluruh Indonesia akan terkoneksi dengan jaringan fiber optik.
Bakti Kominfo merencanakan Palapa Ring integrasi yakni pembangunan backbone sepanjang 12.083 km untuk meningkatkan resiliensi Palapa Ring eksisting dan utilitas serta mengintegrasikannya ke dalam infrastruktur backbone yang terhubung dengan jaringan internasional.
Integrasi Palapa Ring akan mencakup 12.083 kilometer, dimana 8.203 kilometer diantaranya merupakan kabel terestrial dan 3.880 km adalah kabel bawah laut.
