KUPANG, BBC – Semangat persaudaraan, kebersamaan dan sportivitas kembali menggema di Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang.

Turnamen Karang Taruna Karta Kobas Cup II antar-RT se-Desa Oelbiteno resmi dibuka pada Rabu, 24 Juni 2026, di Lapangan Serba Guna Desa Oelbiteno.

Turnamen yang telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini menjadi salah satu agenda kepemudaan yang dinantikan masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan warga dari berbagai RT dalam semangat persatuan dan persaudaraan.

Turnamen mempertandingkan cabang olahraga futsal dan bola voli. Untuk kategori futsal putra diikuti oleh 12 tim, sementara bola voli putra diikuti 12 tim dan bola voli putri diikuti 13 tim. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 24 Juni hingga 3 Juli 2026.

Panitia menyediakan piala penghargaan bagi para juara, sementara juara tiga dan empat akan memperoleh hadiah uang tunai yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Dukungan pemerintah desa tersebut menjadi bukti nyata komitmen dalam mendorong pengembangan potensi generasi muda melalui kegiatan yang positif dan produktif.

Mewakili Kepala Desa Oelbiteno, Kepala Urusan Umum Desa Oelbiteno, Tersia Banunut, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Desa Heskial Naben tidak dapat menghadiri kegiatan pembukaan akibat tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Tersia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Karta Kobas Cup II, mulai dari panitia, para wasit, pemain, pengurus RT, hingga masyarakat yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kepala desa menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, para wasit, para pemain dan seluruh RT yang telah mengambil bagian dalam kegiatan ini. Partisipasi yang ditunjukkan hari ini merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kemajuan desa dan perkembangan generasi muda kita,” ujarnya.

Menurutnya, turnamen olahraga tidak hanya menjadi ajang mencari kemenangan semata, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, memperkuat hubungan sosial, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa.

Ia menegaskan bahwa nilai terpenting dari sebuah kompetisi adalah sportivitas dan persaudaraan. Oleh karena itu, seluruh peserta diharapkan menjadikan pertandingan sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarwarga, bukan sebaliknya.

“Pertandingan ini harus menjadi ruang yang mempererat persaudaraan kita. Menang dan kalah adalah hal biasa dalam olahraga, tetapi persatuan dan kebersamaan harus tetap menjadi prioritas utama yang kita jaga bersama,” katanya.

Tersia juga mengingatkan seluruh peserta dan masyarakat agar menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan turnamen berlangsung.

Ia secara khusus menekankan pentingnya menjauhi minuman keras dan berbagai tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik maupun gangguan keamanan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jauhi minuman keras dan segala bentuk tindakan yang dapat merusak suasana kebersamaan yang sudah kita bangun.

Keamanan bukan hanya tugas panitia atau aparat, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua sebagai bagian dari masyarakat Desa Oelbiteno,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari lancarnya pertandingan hingga penutupan, melainkan juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga suasana yang damai, aman dan penuh kekeluargaan.

“Jika selama sepuluh hari ini kita dapat menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan dengan baik, maka sesungguhnya kita semua adalah pemenangnya. Karena tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat hubungan sosial dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Oelbiteno, Saduk Nikanor Naben, menyampaikan bahwa turnamen tersebut sejatinya direncanakan berlangsung lebih awal, namun harus ditunda akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Meski demikian, ia bersyukur karena akhirnya seluruh persiapan dapat diselesaikan dan turnamen dapat dibuka secara resmi.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah kami rencanakan untuk dilaksanakan pada hari Minggu lalu, tetapi karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, maka kami mengambil keputusan untuk menundanya demi keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta,” jelasnya.

Saduk mengatakan bahwa Karta Kobas Cup II bukan sekadar kegiatan olahraga tahunan, melainkan sebuah wadah pembinaan generasi muda yang diharapkan terus berkembang dan menjadi identitas positif Desa Oelbiteno.

Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan besar untuk menyatukan berbagai perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Karena itu, ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi ikon yang membanggakan bagi para pemuda dan pemudi desa.

“Kami berharap Karta Kobas Cup II dapat menjadi ikon yang berharga bagi pemuda dan pemudi Oelbiteno. Kegiatan ini harus terus hidup dan berkembang karena menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat, mempererat persaudaraan dan belajar tentang sportivitas,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta bahwa hubungan kekeluargaan harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kompetisi.

“Kita semua yang hadir di tempat ini adalah saudara. Jangan sampai pertandingan membuat kita terpecah. Sebaliknya, mari jadikan turnamen ini sebagai momentum untuk memperkuat hubungan persaudaraan yang selama ini sudah terjalin dengan baik di Desa Oelbiteno,” katanya.

Saduk turut meminta seluruh perangkat desa dan panitia untuk bekerja sama mengawal jalannya pertandingan agar berlangsung aman dan sukses hingga hari terakhir.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga keberhasilan kegiatan tidak hanya berada di pundak panitia, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap semua pihak dapat mengamankan dan mendukung kegiatan ini selama sepuluh hari ke depan. Keberhasilan turnamen ini akan menjadi kebanggaan bersama dan menjadi bukti bahwa masyarakat Oelbiteno mampu menyelenggarakan kegiatan besar dengan penuh persaudaraan dan tanggung jawab,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Saduk secara resmi membuka Turnamen Karang Taruna Karta Kobas Cup II Tahun 2026.

Pembukaan turnamen tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lapangan. Kehadiran puluhan tim dari berbagai RT menunjukkan bahwa olahraga masih menjadi medium yang efektif dalam membangun solidaritas sosial, memperkuat karakter generasi muda, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tingkat desa.

Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Karta Kobas Cup II menjadi cerminan bahwa pembangunan desa tidak hanya dilakukan melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Dari lapangan sederhana di Oelbiteno, semangat kebersamaan itu kembali diteguhkan, mengingatkan bahwa kekuatan terbesar sebuah desa sesungguhnya terletak pada persatuan masyarakatnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.