Flores, BBC – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan pentingnya kepesertaan aktif dalam program BPJS Kesehatan sebagai instrumen perlindungan sosial.
Pesan itu disampaikan dalam tatap muka bersama jajaran BPJS Kesehatan, camat, lurah, kepala desa dan kepala puskesmas se-Kabupaten Flores Timur, Jumat (5/9/2025).
“Jangan urus orang pada saat dia sudah mati. Itu tidak ada guna. Malah ketika dia sakit kita tidak urus,” tegas Gubernur Melki dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Bupati Flores Timur.
Menurut Gubernur, kesehatan adalah urusan fundamental yang menyertai seluruh tahap kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa dari tiga aspek utama BPJS Kesehatan—kepesertaan, pembiayaan dan pelayanan—dua yang pertama merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.
“Orang akan jatuh tertimpa tangga ketika sakit, saat tidak menjadi anggota aktif BPJS, dan masih harus memikirkan pembayaran,” ungkapnya.
Melki mendorong masyarakat untuk membangun kedisiplinan membayar iuran BPJS. Baginya, literasi keuangan kesehatan harus ditanamkan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ganda ketika menghadapi sakit.
Ia pun mengapresiasi kerja sama Pemkab Flores Timur dan BPJS Kesehatan yang telah menanggung 46.000 peserta JKN. Pemerintah Provinsi NTT turut membantu dengan membayar iuran 5.455 warga Flores Timur.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Melki menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis produk lokal.
Program Gerakan Beli NTT dan konsep One Village One Product (OVOP) disebut sebagai strategi konkret untuk mendorong hilirisasi produk masyarakat.
“Dulu kita tanam, panen, jual. Sekarang kita masuk lebih dalam lagi: tanam, panen, olah dulu, kemas dulu, baru jual. Jadi ada nilai tambah yang bisa masuk ke kantong masyarakat kita,” ujarnya.
Selain kesehatan dan ekonomi, Gubernur Melki juga menyampaikan program bimbingan belajar bagi anak-anak SMA/SMK di NTT yang bercita-cita masuk sekolah kedinasan maupun kampus ternama di dalam dan luar negeri.
Ia menambahkan bahwa Flores Timur akan menjadi salah satu titik awal etape ajang internasional Tour de Entete yang melintasi Timor, Sumba dan Flores. Ajang ini diharapkan mampu mengangkat citra pariwisata dan membuka peluang ekonomi baru.
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur NTT terhadap program prioritas nasional, khususnya kesehatan dan penguatan ekonomi lokal.
“Kita jalan mau dengan kepastian apa yang digelontorkan dari nasional memiliki daya dorong untuk pertumbuhan ekonomi. Semoga cerita sukses dari kabupaten lain mendorong kami di sini,” ujarnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Maumere turut memberikan apresiasi. Menurutnya, capaian kepesertaan di Flores Timur telah melampaui target nasional, namun ia berharap dukungan anggaran daerah tetap diperkuat agar lebih dari 80% peserta dapat aktif terlayani.
Kunjungan kerja Gubernur Melki Laka Lena ke Flores Timur menegaskan tiga agenda prioritas: kesehatan melalui kepesertaan BPJS, ekonomi melalui produk lokal dan PAD desa serta pendidikan generasi muda NTT.
Dengan pesan tegasnya, Melki mengingatkan bahwa investasi terbesar bukan hanya pada infrastruktur fisik, melainkan pada kesehatan, ekonomi dan sumber daya manusia
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
