Kupang,BBC — Camat Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Yan Tamoes, menegaskan pentingnya sinergi desa dan kelurahan dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Pernyataan ini disampaikan saat ditemui media di stand pameran UMKM Kecamatan Amfoang Selatan yang terpasang di area Civic Center Oelamasi, Senin (11/8/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Yan Tamoes menjelaskan bahwa sebagian besar desa di wilayahnya memiliki potensi UMKM yang beragam, mulai dari madu, jeruk, buah-buahan, pisang, ubi-umbian, keladi, hingga kerajinan masyarakat seperti anyaman dan tenun.
“Tenun masyarakat kita sudah dibawa dan terpampang di depan, berupa sarung, selendang dan selimut. Harganya cukup lumayan, ada yang mencapai Rp800 ribu sampai Rp1 juta. Itu semua berkualitas tinggi, langsung ditenun, bukan buatan mesin komputer,” tegasnya.
Meski demikian, Yan mengakui tantangan geografis masih menjadi hambatan besar bagi desa-desa tertentu untuk berkontribusi dalam pameran ini. Salah satu contoh adalah Desa Fatusuki, yang jaraknya cukup jauh dan sulit diakses.
“Tahun lalu saya berkunjung ke Desa Fatusuki. Untuk melaksanakan tugas pelayanan, saya sering berjalan kaki ke sana karena topografinya sulit. Dari desa tetangga ke Desa Fatusuki sekitar 15–16 km, sementara dari Lelogama ke Fatusuki mencapai 24 km. Untuk sementara, Desa Fatusuki belum berkontribusi dalam stand ini, tapi kami wajibkan semua desa dan kelurahan untuk berpartisipasi dalam rangka perayaan HUT ke-80 RI,” ungkapnya.
Yan menjelaskan bahwa perayaan HUT RI tahun ini dipusatkan di Civic Center Oelamasi, sebuah langkah yang menurutnya memiliki niat baik dari Bupati Kupang dan Wakil Bupati Kupang untuk mempersatukan seluruh masyarakat kabupaten.
“Selama ini masyarakat terbiasa merayakan HUT di tingkat kecamatan. Tahun ini dipusatkan di Civic Center. Kalau soal kegiatan di tingkat kecamatan, memang tahun ini tidak ada, tapi kami tetap melaksanakan instruksi Bupati untuk menjaga semangat perayaan di desa-desa, seperti pemasangan umbul-umbul, bendera dan kebersihan desa,” terangnya.
Ia menambahkan, pemasangan bendera merah putih wajib dilakukan mulai 1 hingga 31 Agustus di setiap rumah warga, disertai upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Menyinggung persoalan infrastruktur, Yan Tamoes menyatakan bahwa Amfoang Selatan masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah kabupaten, terutama terkait akses jalan menuju desa-desa terpencil.
“Walaupun pemerintah sekarang sudah memperhatikan dengan pembangunan infrastruktur yang lumayan, untuk masuk ke desa-desa dan kelurahan tertentu masih sangat sulit. Ada empat desa yang benar-benar sulit dijangkau. Harapan saya, pembangunan ini terus diperhatikan agar masyarakat bisa membawa hasil lokal mereka untuk dijual,” ujarnya.
Selain UMKM, Amfoang Selatan juga memiliki destinasi wisata yang potensial meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), seperti Bukit Humon (sering disebut “Bukit Teletubbies”), Tangga Seribu dan sumber air belerang.
“Bukit Humon sudah mendapat sedikit perhatian dari pariwisata, tetapi pengelolaannya belum maksimal. Untuk Tangga Seribu, masalahnya adalah akses jalan. Pengunjung biasanya turun di jalan umum, lalu berjalan kaki 2–3 km untuk sampai lokasi. Untuk air belerang, saya juga berharap ada perhatian dari pemerintah,” papar Yan
Ia menegaskan, jika infrastruktur pendukung pariwisata dibenahi, maka UMKM dan ekonomi lokal akan ikut terdongkrak secara signifikan.
Dari perspektif pembangunan daerah, pernyataan Camat Amfoang Selatan mencerminkan pendekatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal yang terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur.
Teori endogenous growth relevan di sini, di mana penguatan kapasitas lokal—baik sumber daya manusia maupun produk unggulan—akan menjadi motor pertumbuhan jangka panjang.
Selain itu, tantangan topografi yang disampaikan menunjukkan perlunya intervensi kebijakan berbasis geospatial planning, sehingga infrastruktur dibangun sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah.
Dengan demikian, pariwisata dan UMKM tidak hanya menjadi sektor pendukung, tetapi juga pilar utama ekonomi daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
