Kupang, BBC – Di ufuk timur Pegunungan Amfoang,
tempat pagi menetes dari embun ke ladang,
ada secangkir harap diseduh dalam diam:
Kopi Meto Sonan, harum dari Bitobe,
menyimpan kisah, cita dan semangat yang tidak padam.
Dari tanah yang retak oleh panas,
dari lereng yang bernyanyi di bawah langit luas,
tumbuhlah biji-biji hitam yang setia,
dirawat oleh tangan-tangan yang sabar,
tanpa racun, tanpa mesin,
hanya cinta dan musim yang setia menemani.
“Kopi ini bukan sekadar rasa,
tapi warisan, identitas,
dan tekad desa kecil untuk berbicara ke dunia,”
ujar Bupati Kupang dalam lawatannya ke Sonan,
di antara desir angin dan aroma pekat yang menenangkan.
Beliau mencicip,
lalu memuji tanpa ragu:
“Kopi Meto Sonan ini luar biasa,
nikmatnya tak kalah dari kopi mancanegara.
Kalau Bapak Mama coba,
pasti ingin lagi tiap pagi.”
Di balik rasa yang jujur dan aroma yang dalam,
tersembunyi filosofi:
tentang hidup berdampingan dengan alam,
tentang desa yang tidak sekadar bertahan,
tapi bangkit dengan kekuatan sendiri.
Kopi ini ditanam dalam diam,
dipetik dalam doa,
dan digiling dalam irama kerja bersama.
Inilah wajah pertanian organik,
yang tidak mencemari tanah,
tidak mengkhianati air,
dan tidak melupakan akar.
Bupati menegaskan:
“Ini bukan hanya produk,
ini simbol keberanian desa.
Kopi ini siap masuk pasar dunia,
asalkan kita jaga mutunya dan narasinya.”
Bitobe bukan sekadar desa,
ia adalah tempat nilai disemai.
Di atas tebing,
di balik bukit,
terdapat generasi yang memilih berjalan perlahan,
demi jejak yang lestari dan tidak lekang oleh zaman.
Melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Kupang,
Kopi Meto Sonan kini diarahkan menembus rantai global.
Dikemas profesional,
dipasarkan digital,
tanpa kehilangan jejak kampung halamannya.
Karena dari desa yang sepi,
lahir visi:
desa berdaulat, desa berdiri,
desa yang membangun bukan karena belas kasihan,
tetapi karena keyakinan dan kecintaan.
Maka, kepada dunia, kami berkata:
Ini bukan sekadar kopi dari Nusa Tenggara Timur,
ini adalah undangan untuk duduk,
mendengar kisah desa,
dan menyeruput masa depan yang diseduh dari akar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
