BB —Terbit mentari di ufuk timur,
Cahaya listrik kini menyambung umur.
Nefoneut dan Letkole tak lagi suram,
Terang PLN datang membawa harapan
Dua desa di Kecamatan Amfoang Barat Daya, yakni Nefoneut dan Letkole, akhirnya menyambut hadirnya aliran listrik dari PLN.
Setelah sekian lama berada dalam bayang-bayang kegelapan, kini masyarakat bisa menyalakan lampu di malam hari, menghidupkan radio, televisi, hingga perangkat belajar anak-anak mereka.
Penyalaan perdana dilakukan langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede Senin (7/6), di Gereja Bet’el Nuatutu.
Acara tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan tidak lagi terpusat di kota, tetapi mulai menjamah pinggiran yang selama ini menanti uluran perhatian.
“Kita patut bersyukur, karena kerja keras ini adalah hasil kolaborasi. Hari ini, dua desa kita tidak lagi hidup dalam kegelapan. Ini adalah terang bagi masa depan,” ujar Yosef Lede.
Dalam pendekatannya listrik tidak hanya dipandang sebagai sumber energi, tetapi sebagai enabler development — faktor penggerak utama dalam peningkatan kualitas hidup, pendidikan, produktivitas ekonomi, serta pemerataan informasi dan teknologi.
Yosef Lede menegaskan, pemenuhan kebutuhan listrik bukan sekadar pencapaian proyek fisik, tetapi adalah investasi sosial untuk masa depan Kabupaten Kupang yang lebih setara, cerdas dan mandiri.
“Tidak boleh ada desa yang ditinggalkan dalam gelap. Terang adalah hak semua warga. Dan pembangunan harus menyentuh yang terpinggirkan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah kepemimpinan Yosef Lede dan Aurum Titu Eki sedang menyiapkan pondasi kuat untuk menjembatani ketertinggalan dan menciptakan ekosistem desa modern yang inklusif dan berkeadilan.
“Hari ini kita nyalakan listrik, esok kita siapkan jaringan internet. Semua demi generasi muda yang lebih cerdas, kreatif dan terhubung dengan dunia,” pungkas Yosef.
Ia menyebut desa-desa lainnya seperti Honuk, Fuames, Hapit dan Nefo juga masuk dalam prioritas layanan PLN di masa mendatang.
Manajer PLN ULP Oesao, Hanna Notopramono, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari perubahan ini.
Ia menekankan pentingnya literasi energi, yakni kesadaran dalam menggunakan listrik secara produktif, hemat, dan aman.
“Listrik bukan hanya untuk kenyamanan, tapi harus menjadi sumber kemajuan. Gunakan untuk belajar, bekerja, dan berkarya,” pesan Hanna.
Masih dalam semangat keberpihakan, Yosef Lede juga menyoroti kondisi akses jalan ke Nefoneut dan Letkole yang memprihatinkan.
Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan kajian teknis dan penataan ulang jalur masuk ke dua desa tersebut.
“Masyarakat tidak boleh hanya menikmati listrik, tetapi juga harus punya akses mobilitas yang baik. Jalan adalah urat nadi ekonomi rakyat,” ungkapnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut dua anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Dapil Amfoang, Abi Yerusa Sobeukum dan Yudi Lima, bersama tokoh masyarakat, Camat se-Amfoang, Kepala Dinas PUPR Teldi Sanam, serta perwakilan Bank NTT Oelamasi.
Sorak-sorai warga menjadi bukti nyata bahwa kehadiran listrik bukan sekadar simbol pembangunan, tetapi juga menjadi energi emosional dan psikososial yang menumbuhkan semangat dan harga diri masyarakat pedalaman.
Di tengah tantangan zaman, listrik menjadi modal utama menuju transformasi digital dan penguatan kapasitas generasi muda.
Dari Kupang ke Amfoang seberangi bukit dan lembah,
Bawa harapan untuk rakyat yang ramah.
Kini terang sudah menyala di rumah,
Tanda bahwa pembangunan menyapa dengan berkah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
