BB – Pemerintah Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, terus menunjukkan komitmen nyata dalam membangun desa yang sehat, mandiri, dan produktif.

Melalui optimalisasi pemanfaatan Dana Desa tahun anggaran 2025, Desa Kuimasi menetapkan tiga fokus utama: peningkatan gizi masyarakat, penguatan ketahanan pangan, dan pelaksanaan vaksinasi ternak.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Kuimasi, Maksen Lifu dalam keterangannya kepada media ini, Senin (16/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa program-program tersebut merupakan hasil musyawarah desa yang bertujuan menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Pada tahap pertama pelaksanaan dana desa tahun ini, Pemerintah Desa Kuimasi menitikberatkan pada program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini ditujukan untuk:

Bayi dan balita yang mengalami stunting dan wasting,

Ibu hamil, terutama yang berisiko tinggi (resti),

Serta lansia yang membutuhkan dukungan nutrisi tambahan.

“Kami tidak hanya memberikan PMT, tetapi juga menyiapkan alokasi transportasi bagi ibu hamil yang akan melahirkan di fasilitas kesehatan (faskes), sebagai bentuk tanggung jawab desa terhadap keselamatan ibu dan anak,” ungkap Maksen.

Selain itu, Pemerintah Desa juga menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kader Posyandu yang diikuti oleh 25 kader.

Tujuannya adalah untuk memperkuat pelayanan Posyandu lintas usia dan meningkatkan kualitas intervensi kesehatan di tingkat desa.

Sejalan dengan arahan Kementerian Desa, Desa Kuimasi mengalokasikan 40% Dana Desa untuk mendukung ketahanan pangan. Dana ini disalurkan melalui BUMDes, yang selanjutnya akan melibatkan:

Kelompok tani milenial,

Karang Taruna, dan

Unsur masyarakat lainnya yang berkompeten di bidang pertanian.

“Kami mengangkat tema tematik ketahanan pangan tahun ini dengan fokus pada penanaman cabai di lahan seluas 1 hektare yang terletak di sekitar kantor desa.

Ini adalah langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus mengendalikan inflasi harga pangan,” jelas Kepala Desa.

Pada sektor peternakan, Desa Kuimasi juga mengambil langkah preventif dengan memulai program vaksinasi terhadap ternak.

Tahap pertama vaksinasi difokuskan pada ternak-ternak yang telah dikandangkan dan memenuhi syarat penerimaan vaksin.

Program ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan ternak, meningkatkan kualitas produksi peternakan, dan mendukung ketahanan protein hewani di tingkat lokal.

Program-program tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan elemen masyarakat.

Maksen Lifu menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil adalah hasil kesepakatan bersama dan berlandaskan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Desa harus hadir sebagai pelindung dan pelayan rakyatnya. Kami berkomitmen untuk terus membangun desa berbasis data, kebutuhan, dan keadilan sosial,” tutupnya dengan penuh harap

Desa Kuimasi kini menapaki jalan transformasi menuju desa sehat, kuat secara pangan, dan mandiri secara ekonomi.

Harapan besar tertanam dalam kerja keras dan kolaborasi semua pihak—dari pemerintah desa, masyarakat, hingga generasi muda yang siap menjadi pilar pembangunan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.