BB – Pemerintah Desa Nonbaun, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, meluncurkan program ketahanan pangan berbasis peternakan ayam petelur.

Program ini bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, dengan alokasi sebesar 20 persen sesuai dengan ketentuan nasional.

Kepala Desa Nonbaun, Zet Koib dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis, 12 Juni 2025 di Kantor Camat Fatuleu Tengah, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis desa dalam mendukung agenda nasional terkait pemenuhan pangan bergizi bagi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

“Kondisi wilayah Desa Nonbaun sangat cocok untuk pengembangan peternakan ayam petelur. Oleh karena itu, kami menjadikan sektor ini sebagai andalan dalam program ketahanan pangan desa,” ujar Zet Koib.

Zet menjelaskan bahwa sebesar 20 persen dari total Dana Desa 2025 telah dialokasikan khusus untuk mendukung ketahanan pangan, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi Dana Desa oleh pemerintah pusat.

Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan bibit ayam, pakan, serta pembangunan kandang dan sarana pendukung lainnya.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik, Pemerintah Desa Nonbaun telah membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sebanyak lima orang. Tim ini bertugas mengelola program secara teknis, melakukan dan memastikan keberlanjutan program melalui pendekatan partisipatif.

“Kami ingin program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. TPK yang dibentuk sudah kami bekali pemahaman dan tanggung jawab yang jelas,” tambah Zet.

Program ketahanan pangan Desa Nonbaun juga dimaksudkan untuk menjawab program nasional “Makan Bergizi Gratis” yang saat ini tengah digencarkan pemerintah pusat.

Menurut Zet Koib, pemerintah desa memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi di tingkat akar rumput, khususnya melalui pendekatan berbasis potensi lokal.

“Ini bukan sekadar program formalitas, tapi bagian dari strategi desa untuk turut serta dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan kuat sejak dari desa,” tegasnya.

Zet berharap program ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di wilayah Fatuleu Tengah maupun di Kabupaten Kupang secara umum.

Selain untuk memperkuat ketahanan pangan, program ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga melalui hasil produksi telur yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen bahwa setiap rupiah dari Dana Desa harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ketahanan pangan adalah pondasi menuju desa mandiri dan sehat,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.