BB – Pemerintah Kabupaten Kupang bersama UNICEF dan Yayasan Kesehatan untuk Masyarakat Indonesia (YKMI) resmi meluncurkan Kick Off Meeting Program WASH (Water, Sanitation and Hygiene) yang responsif Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) serta berketahanan iklim.
Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kupang. Aurum Obe Titu Eki,Selasa 20 Mei 2025
Inisiatif ini menyasar 26 Puskesmas di seluruh Kabupaten Kupang, dengan tujuan membangun fasilitas kesehatan dasar yang lebih bersih, aman, inklusif, dan tangguh terhadap dampak perubahan iklim.
Program ini bukan sekadar perbaikan teknis, melainkan transformasi sistem pelayanan berbasis bukti yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan keberlanjutan.
“Puskesmas adalah garda terdepan dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat. Namun, tanpa sarana dan prasarana memadai—khususnya air bersih, sanitasi, dan pengelolaan limbah medis yang efektif—mutu layanan akan terganggu dan risiko penularan infeksi meningkat,” ujar Wabup Aurum dalam sambutannya.
Ia menegaskan, banyak Puskesmas di Kupang masih kekurangan akses terhadap air minum aman, sanitasi layak, serta sistem limbah yang sesuai standar kesehatan lingkungan.
Dalam konteks perubahan iklim yang semakin ekstrem, infrastruktur kesehatan harus mampu beradaptasi dan memberikan layanan prima, terutama kepada kelompok rentan seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan lansia.
Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut Wabup Aurum, telah menetapkan sektor kesehatan dan infrastruktur sebagai prioritas dalam RPJMD.
Oleh karena itu, intervensi ini melibatkan lintas sektor—termasuk Dinas Kesehatan, PUPR, DLH, BPBD, hingga pemerintah desa.
“Saya mengajak seluruh kepala Puskesmas untuk membuka diri terhadap perubahan. Program ini bukan sekadar proyek jangka pendek, tapi investasi jangka panjang bagi masa depan layanan kesehatan kita,” tegasnya.
Selain penguatan fasilitas fisik, program ini juga mencakup pelatihan pengelolaan limbah medis, perubahan perilaku higienis, serta strategi adaptasi iklim berbasis komunitas.
Wakil Bupati juga menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan program hingga akhir Desember 2025 dan setelahnya.
“Masyarakat kita dikenal tangguh, namun jangan biarkan ketangguhan itu menutupi pentingnya pencegahan dan pemeliharaan kesehatan. Kita tidak bisa membiarkan pelayanan kesehatan dikompromikan karena infrastruktur yang tidak memadai,” pungkasnya.
Dengan dukungan UNICEF, YKMI, dan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Kupang meneguhkan langkah menuju sistem kesehatan dasar yang lebih resilien, berkeadilan, dan modern.
Kegiatan ini menjadi titik awal sinergi yang akan memperkuat komitmen kolektif demi layanan kesehatan yang bermartabat dan setara untuk seluruh warga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
