BB – Banjir rob melanda pesisir Pantai Tablolong, Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa siang. Fenomena langka ini merupakan kejadian pertama yang terjadi di wilayah tersebut, menyebabkan pasang air laut yang tiba-tiba menghantam pemukiman warga.

Akibatnya, 1.032 warga dari Dusun I, II, dan III terdampak dan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, 70 rumah di RT 1 hingga RT 6 terendam air setinggi betis orang dewasa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Menurut laporan warga, tanda-tanda kenaikan air laut sudah terlihat sejak Senin malam, dengan gelombang tinggi yang semakin mendekati pemukiman. Namun, warga tidak menyangka bahwa air pasang akan naik hingga merendam rumah mereka.

Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, SIK, MH, mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait telah turun ke lokasi untuk membantu warga serta melakukan pemantauan situasi.

“Benar, terjadi banjir rob di pesisir Pantai Tablolong. Kami telah mengerahkan personel untuk membantu warga yang terdampak serta memastikan keamanan di lokasi. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna menyiapkan langkah-langkah penanganan lebih lanjut,” ujar Kapolres Kupang.

Saat ini, warga terdampak masih bertahan di lokasi yang lebih tinggi sambil menunggu air surut. Sejumlah petugas kepolisian, aparat desa, dan relawan dikerahkan untuk membantu evakuasi serta menyalurkan bantuan darurat bagi warga.

Banjir rob di Pantai Tablolong menjadi perhatian khusus karena belum pernah terjadi sebelumnya. Para ahli menduga bahwa kenaikan permukaan air laut yang ekstrem ini dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Ditambah lagi, pemukiman warga yang berada di bibir pantai membuat mereka lebih rentan terhadap dampak pasang surut air laut.

Pemerintah daerah dan pihak berwenang kini sedang melakukan kajian lebih lanjut untuk mencari solusi jangka panjang guna mencegah dampak lebih besar di masa depan.

Banjir rob di Tablolong, Kupang Barat, menjadi peringatan dini bagi masyarakat pesisir akan potensi bencana serupa di masa depan. Dengan ribuan warga terdampak dan puluhan rumah terendam, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil tindakan preventif agar kejadian ini tidak terulang.

Saat ini, warga masih menunggu air surut sambil berharap ada bantuan dan solusi dari pemerintah untuk mengatasi dampak bencana ini.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.