BB – Dalam semangat kebersamaan yang kental, Pemerintah Kabupaten Kupang resmi membuka rangkaian Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-21.
Acara ini berlangsung di halaman Kantor Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, dan diresmikan oleh Penjabat Bupati Kupang yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda), Marthen Rahakbauw,Senin 9/12
Mengusung tema “Menanam Harapan, Menuai Masa Depan: Gotong Royong untuk Generasi Mendatang”, acara ini bertujuan untuk melestarikan semangat gotong royong sebagai warisan budaya asli Indonesia sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Marthen Rahakbauw menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar slogan, tetapi merupakan gaya hidup yang harus terus dipupuk, terutama di tengah tantangan individualisme dan kompetisi di era modern.
“Gotong royong adalah semangat yang sudah menjadi budaya bangsa kita. Ini harus diajarkan sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga, agar generasi muda kita memahami pentingnya kebersamaan dalam membangun masa depan,” ujar Rahakbauw.
Acara pembukaan ditandai dengan aksi simbolis berupa penanaman anakan tumbuhan produktif umur panjang oleh Plt. Sekda dan para undangan.
Selain itu, diberikan bantuan berupa kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan serta pembagian beras premium kepada keluarga kategori miskin ekstrem di Kecamatan Fatuleu.
Marthen Rahakbauw menjelaskan bahwa gotong royong memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan dan memperkuat rasa kepemilikan atas hasil-hasil pembangunan.
“Semangat gotong royong ini harus menjadi inspirasi bagi semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk bekerja bersama demi kemajuan Kabupaten Kupang,” tambahnya.
Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, seperti Asisten 2 Sekda Kabupaten Kupang sekaligus Plt. Kepala Dinas PMD, Mesak Elfeto, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, serta warga Kecamatan Fatuleu.
Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung pelestarian budaya gotong royong.
Bulan Bakti Gotong Royong ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menyadarkan masyarakat tentang arti kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Dengan melibatkan generasi muda, pemerintah optimis bahwa nilai-nilai gotong royong akan terus hidup dan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Semangat “Menanam Harapan, Menuai Masa Depan” menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kunci keberhasilan setiap langkah pembangunan, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
