BB – Setelah puluhan tahun menanti, mimpi besar Jemaat Paulus Oepoli akhirnya terwujud dengan diresmikannya gedung Gereja Paulus Oepoli di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Minggu (20/10). 

Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba, bersama Ketua Sinode GMIT, Pendeta Samuel Pandie, secara resmi membuka selubung papan nama, menandatangani prasasti, serta menthabiskan gereja yang dibangun sejak tahun 1984 tersebut.

Peresmian ini juga bertepatan dengan perayaan 50 tahun berdirinya Jemaat Paulus Oepoli, sebuah momentum yang mengingatkan akan kekuatan persatuan dan kebersamaan dalam membangun tempat ibadah yang menjadi pusat kehidupan spiritual jemaat.

Dalam sambutannya, Alexon Lumba menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ini merupakan simbol dari persaudaraan dan persekutuan yang erat di antara warga jemaat. 

IMG 20241023 WA0054

“Gedung gereja ini merupakan hasil dari kerja sama yang penuh semangat. Dengan adanya tempat ibadah baru, kita juga harus memiliki semangat dan komitmen baru untuk membangun jemaat di berbagai aspek, baik spiritual, sosial, maupun ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mengajak jemaat untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, menciptakan harmoni sosial, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di sekitarnya.

Menurut Alexon, gereja dan pemerintah memiliki peran berbeda, namun tetap saling melengkapi dalam memajukan masyarakat.

Sementara itu, Pendeta Samuel Pandie mengingatkan bahwa gedung gereja hanyalah fasilitas fisik. Yang lebih penting adalah jemaat yang mampu mempertahankan Kristus sebagai inti dari setiap persekutuan. 

IMG 20241023 WA0052

“Kita harus menjadi jemaat yang adaptif, mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengorbankan ajaran Kristus,” pesan Pandie.

Pembangunan Gedung Gereja Paulus Oepoli yang dimulai sejak 1984 ini merupakan hasil dari proses panjang dan penuh tantangan. Ketua Majelis Jemaat Paulus Oepoli, Pendeta Yahonis Sonbanu, mengungkapkan bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun kesatuan jemaat yang kuat dan tangguh dalam iman.

Peresmian ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh gereja dan pemerintah, termasuk Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kupang, Sorta Lumba-Turnip, serta sejumlah kepala dinas setempat. Mereka bersama jemaat setempat merayakan pencapaian besar yang tidak hanya membanggakan jemaat Paulus Oepoli, tetapi juga seluruh masyarakat Kabupaten Kupang.

Dengan peresmian gedung gereja yang baru, Jemaat Paulus Oepoli diharapkan terus mengukir sejarah baru dalam meningkatkan pelayanan, persekutuan, serta membangun karakter dan sumber daya manusia yang unggul. Gereja Paulus Oepoli kini menjadi simbol ketangguhan, komitmen, dan harapan bagi masa depan jemaat yang lebih baik.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.