BB – Pesta Raya Flobamoratas, sebuah festival yang mengangkat isu perubahan iklim melalui kearifan lokal, resmi digelar dari 24 hingga 28 September 2024 di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan solusi iklim berbasis lokal yang diinisiasi oleh masyarakat untuk menghadapi dampak dari krisis iklim yang semakin mengancam.

Festival Pesta Raya Flobamoratas menampilkan berbagai kegiatan yang melibatkan 18 organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi SIPIL, Koalisi Pangan BAIK, Koalisi ADAPTASI, dan Koalisi KOPI.

Acara ini diadakan sebagai bentuk upaya memperkenalkan dan memperjuangkan kebijakan yang adil terhadap kelompok-kelompok yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti petani, nelayan, masyarakat adat, dan perempuan.

Salah satu acara utama festival ini adalah dialog publik bertajuk “Suara Bae dari Timur”, yang diadakan pada Kamis, 26 September 2024. Dialog ini menyuarakan Manifesto Suara Bae dari Timur, sebuah tuntutan yang mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk memberikan perhatian lebih terhadap dampak destruktif krisis iklim, terutama kepada mereka yang paling terdampak di tingkat lokal. 

Dalam dialog tersebut, Arti Indallah Tjakranegara dari Voices for Just Climate Action (VCA) Indonesia menegaskan pentingnya solidaritas global dalam menghadapi perubahan iklim. “Perubahan iklim menuntut partisipasi dari semua pihak untuk menjamin keadilan iklim dan kedaulatan ekologis,” ujarnya.

Selain itu, Servasius Sidin dari Koalisi Adaptasi menyampaikan pentingnya advokasi kebijakan yang mengedepankan partisipasi masyarakat, khususnya kelompok-kelompok rentan. Paulus Hilarius Bangkur, Kepala Dinas Perikanan Sikka, juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk menangani isu ekologi dan iklim secara bersama-sama.

Festival ini tidak hanya membahas masalah iklim, tetapi juga merayakan budaya lokal dengan berbagai acara seperti mural, pameran seni, lomba mewarnai, serta konser musik dari musisi Indonesia Timur.

Pesta Raya Flobamoratas merupakan ajang untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi krisis iklim dan menunjukkan bahwa masyarakat lokal memiliki peran aktif sebagai subjek yang memberikan solusi terhadap tantangan lingkungan global.

Brian Benedicto, Ketua Panitia Pesta Raya Flobamoratas 2024, mengungkapkan bahwa festival ini merupakan wadah untuk menyuarakan kreativitas dan rekomendasi dari komunitas lokal kepada pemerintah dalam mengatasi masalah lingkungan.

“Komunitas lokal harus dilibatkan sebagai subjek yang aktif, bukan hanya sebagai objek kebijakan,” tegasnya.

Pesta Raya Flobamoratas diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi dapat menghasilkan solusi konkret yang berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim di Indonesia.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.