BB – Motif Sepe,salah satu produk tenun tradisional khas Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin menarik perhatian publik. Kain yang kaya akan nilai budaya ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kupang, tetapi juga berpotensi besar untuk merambah pasar nasional bahkan internasional.

Motif Sepe pertama kali diperkenalkan sebagai simbol warisan budaya yang diakui oleh pemerintah daerah Kupang.

Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, dalam berbagai kesempatan, menekankan pentingnya melestarikan motif Sepe sebagai bagian dari identitas budaya Kupang. 

Menurutnya, motif ini adalah simbol kebanggaan yang harus terus dikembangkan melalui inovasi dan promosi.

Dalam acara pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kupang periode 2024 – 2025.

Linus Lusi menyampaikan bahwa pengembangan kerajinan tenun motif Sepe harus menjadi prioritas utama. Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan potensi kerajinan lokal untuk meningkatkan perekonomian daerah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Motif Sepe adalah warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Kita harus berinovasi agar kerajinan ini tidak hanya lestari, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Linus dalam sambutannya di Gedung Dekranasda Kota Kupang, Rabu (25/09).

Sebagai upaya mempromosikan motif Sepe secara lebih luas,Dekranasda Kota Kupang,yang kini dipimpin oleh Nyonya Angela Lusi-Deran,merencanakan sejumlah kegiatan. Salah satunya adalah parade tenun Sepe yang akan digelar pada 18 Oktober 2024. 

Acara tersebut diharapkan dapat memperkenalkan keindahan motif Sepe kepada masyarakat luas, tidak hanya di Kota Kupang, tetapi juga di tingkat provinsi.

Selain parade, Dekranasda juga berencana mengadakan promosi intensif melalui berbagai platform digital.

 “Dengan dukungan teknologi, kita bisa memperkenalkan tenun Sepe ke dunia. Produk lokal seperti ini memiliki potensi besar jika dipromosikan dengan baik,” jelas Angela.

Motif Sepe bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Setiap pola dan warna memiliki makna mendalam yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Kupang. 

Pengembangan motif ini tidak hanya penting untuk melestarikan budaya, tetapi juga untuk mendorong ekonomi kreatif di Kota Kupang.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, motif Sepe kini bersiap untuk global.Kerajinan tenun yang dibuat dengan ketelitian dan cinta ini diharapkan mampu menarik perhatian pasar internasional dan menjadi salah satu produk unggulan dari Nusa Tenggara Timur.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.