Kupang, BBC — Bulan Desember kembali menandai babak penting dalam dinamika pemerintahan daerah Kabupaten Kupang. Pada momentum strategis ini, Bupati Kupang Yosef Lede secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji 10 Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama, suatu langkah administratif yang menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan tata kelola birokrasi.
Prosesi pelantikan berlangsung di Kantor Bupati Kupang, Rabu (10/12/2025) sore, berlandaskan Surat Keputusan Bupati Nomor 821.12/04/BKPSDM.KAB.KPG/2025 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menguraikan bahwa proses seleksi untuk mengisi 10 jabatan strategis tersebut diikuti oleh 39 pelamar.
Dari jumlah tersebut, 34 pelamar dinyatakan memenuhi syarat administrasi, sedangkan 5 pelamar tidak lolos seleksi administratif.
Setelah melalui mekanisme seleksi berjenjang yang mengedepankan asas objektivitas, transparansi dan akuntabilitas publik, sebanyak 10 pejabat dinyatakan layak dan resmi dilantik.
Bupati menegaskan esensi filosofis dari sebuah jabatan dalam struktur birokrasi publik.

“Kepada seluruh pejabat yang menerima amanah baru, saya menyampaikan selamat dan apresiasi. Jabatan adalah bentuk kepercayaan dan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Karena itu, saya menitipkan pesan untuk bekerja dengan hati, peka terhadap kebutuhan masyarakat. Bangun kerja sama lintas sektor, jaga integritas dan jadilah teladan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan paradigma kepemimpinan yang berorientasi pada etika pelayanan publik (public service ethics) serta penguatan nilai-nilai integritas birokrasi.
Bupati memberikan penekanan khusus kepada Kepala Pelaksana BPBD yang baru, mengingat Kabupaten Kupang merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi, mulai dari banjir, angin kencang hingga tanah longsor.

“Saya berharap Kalak BPBD dapat membangun sistem siaga bencana yang cepat dan responsif. Setiap keterlambatan dapat berakibat pada keselamatan masyarakat. Karena itu, kehadiran BPBD harus nyata di lapangan,” tegasnya.
Pada sektor fiskal, Bupati juga memberikan arahan strategis kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Ia menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penggalian potensi pajak, retribusi, pemanfaatan aset serta penguatan koordinasi lintas perangkat daerah.
“Dana transfer dari pusat mengalami penyesuaian dan sebagian terjadi pemangkasan. Kondisi ini menuntut kita meningkatkan Pendapatan Asli Daerah secara signifikan dan berkelanjutan,” jelasnya.
Arahan tersebut sejalan dengan konsep fiscal sustainability yang menuntut pemerintah daerah mampu menjaga kemandirian fiskal secara progresif.
Dalam bagian lain sambutannya, Bupati Yosef Lede menggarisbawahi prinsip meritokrasi dalam penetapan pejabat.
“Tidak ada jabatan yang abadi. Jabatan bukan kesombongan, tetapi tanggung jawab dan kapan pun bisa bergeser. Tetap komitmen dengan pakta integritas. Penilaian dilakukan murni berdasarkan kemampuan, integritas dan loyalitas untuk membangun Kabupaten Kupang,” ujarnya menegaskan.
Bupati juga mengingatkan bahwa tidak ada intervensi politik, hubungan kekerabatan, afiliasi tim sukses maupun unsur primordial lainnya dalam proses seleksi.
Penetapan pejabat dilakukan berdasarkan standar kompetensi dan integritas, selaras dengan prinsip good governance dan clean government.
Daftar 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang Dilantik
1. dr. Desemiyety Ngatriany – Kepala Dinas Kesehatan
2. Frits Johanes Kuhurima – Kepala Dinas Perhubungan
3. Yared Anderson Tamoes – Kepala Dinas Perikanan
4. Fepriantu Imanuel Salukh – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
5. Jon Alexanders Sula – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
6. Marthen Kinov Timate – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
7. Mesakh Foeh – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
8. Alfons Alfian Alfi Ganggas – Kepala Badan Pendapatan Daerah
9.Nofliyanto Fridrayan Amtiran – Kepala Pelaksana BPBD
10. Aprion Jonas Lona – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, Sekda Mateldius Sanam, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, pimpinan OPD, rohaniawan serta undangan lainnya.
Kepala Bapenda, Alfons Alfian Alfi Ganggas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Bupati.
Ia berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber-sumber PAD dengan pendekatan sinergis.
Ia menegaskan bahwa Bapenda akan memperkuat koordinasi lintas sektor, baik dengan perangkat daerah pengelola PAD maupun institusi eksternal tingkat provinsi hingga kementerian, dalam rangka penyelesaian piutang pajak terkait penggunaan material di Kabupaten Kupang.
Sementara itu, Kalak BPBD Nofliyanto Amtiran mengungkapkan rasa syukur atas amanah baru tersebut.
“Memasuki musim hujan, apalagi Kabupaten Kupang rawan terhadap bencana, tentu saya akan mengambil langkah-langkah tertentu, berkoordinasi dengan pemangku kepentingan agar selalu siap saat terjadi bencana,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan kesiapan BPBD dalam menerapkan prinsip disaster risk reduction dan pendekatan respons cepat berbasis komunitas.
Pelantikan sepuluh pejabat ini merupakan bagian dari strategi reformasi birokrasi yang lebih komprehensif, berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik, stabilitas fiskal dan penguatan sistem pemerintahan daerah.
Dengan integritas, kompetensi dan dedikasi profesional, para pejabat diharapkan dapat menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan menuju tata kelola pemerintahan Kabupaten Kupang yang semakin adaptif, responsif dan berdaya saing.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
