BB — Dalam rangka menyambut perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, menggelar turnamen bola voli antar dusun yang resmi dibuka pada selasa 09 Juli 2025.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hari, melibatkan 24 klub voli putra dan putri dari seluruh dusun yang ada di desa tersebut.

Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pembinaan generasi muda desa. Kepala Desa Nunsaen, Litherheart A. Niuflapu, kepada media ini pada Jumat, 11 Juli 2025, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaring bibit-bibit unggul atlet lokal yang akan dipersiapkan untuk mewakili desa dalam pertandingan dan kegiatan perayaan 17 Agustus 2025 mendatang.

“Iven ini kami rancang untuk mendukung anak-anak muda desa agar lebih aktif dalam kegiatan positif, serta sebagai bagian dari proses seleksi dan pelatihan atlet untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan nanti. Kami ingin hadirkan semangat Merah Putih langsung dari dusun,” ujar Litherheart.

Turnamen ini dilaksanakan dengan menggunakan dana desa tahun anggaran 2025, sesuai dengan arahan kebijakan nasional yang mendorong optimalisasi dana desa untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang olahraga dan kepemudaan.

Penggunaan dana desa untuk kegiatan seperti ini dinilai tepat sasaran karena menyasar pada pembangunan karakter generasi muda yang kompetitif, sehat jasmani, dan memiliki semangat kebersamaan.

Selain turnamen ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga dusun, memperkuat nilai-nilai gotong royong, sportivitas, dan solidaritas.

Masyarakat tampak antusias menyambut pertandingan yang digelar setiap sore di lapangan voli desa, dengan dukungan penuh dari tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur kelembagaan desa.

Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan desa, mengingat dampaknya yang luas terhadap pembinaan karakter pemuda dan penciptaan ruang-ruang partisipasi publik yang sehat.

Desa Nunsaen melalui turnamen ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak selalu harus dimulai dari kota. Dari dusun, semangat Merah Putih bisa tumbuh kuat.

Inisiatif ini juga sejalan dengan semangat otonomi desa dan penguatan peran pemerintah desa sebagai motor penggerak pembangunan di tingkat lokal.

Dengan semangat ini, Desa Nunsaen tidak hanya mempersiapkan pertandingan, tetapi juga mempersiapkan masa depan—dengan membina generasi yang tangguh, kompetitif dan cinta tanah air.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.