BB — Sebuah langkah progresif dan sarat nilai demokratis ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kupang melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) bersama masyarakat yang digelar secara terbuka di Dermaga Bolok, Kecamatan Kupang Barat,Kabupaten Kupang,Rabu 04 Juni 2025
Rapat ini menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya, seluruh unsur Forkopimda duduk satu meja bersama masyarakat guna membahas rencana pembangunan dan arah kebijakan daerah secara partisipatif.
Turut hadir dalam momentum strategis ini, Bupati Kupang Yosef Lede Wakil Bupati Aurum Titu Eki, Ketua DPRD Daniel Taimenas, Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, Dandim 1604/Kupang Letkol Inf. Kadek Abriawan, serta Ketua Pengadilan Negeri Ikrarniekha Elmayawati Fau.
Kehadiran para pemangku kebijakan di tengah masyarakat menjadi cerminan nyata dari semangat kolaborasi, keterbukaan, serta transformasi gaya kepemimpinan yang berorientasi pada rakyat.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa format baru rapat Forkopimda ini merupakan wujud komitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang akuntabel, aspiratif, dan berpihak kepada kepentingan publik.

Tidak hanya menjadi forum koordinasi antar institusi, namun juga sebagai wahana mendengar langsung aspirasi, kritik konstruktif, serta harapan masyarakat.
“Kita ingin hadir bukan hanya secara formal, tetapi juga secara substantif. Masyarakat harus tahu, bertanya, dan terlibat langsung dalam pembangunan. Kami tidak bisa kerja sendiri. Ini rumah besar kita bersama,” ungkap Yos Lede dengan nada penuh harap.
Dermaga Bolok dipilih bukan tanpa alasan. Lokasi ini menjadi simbol sekaligus titik strategis dari rencana besar pembangunan infrastruktur ekonomi berbasis kelautan, yaitu Dermaga Rakyat dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Proyek ini merupakan bagian dari implementasi visi-misi kepala daerah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesisir berbasis potensi lokal.
Bupati Yosef Lede menyoroti pentingnya optimalisasi sumber daya laut sebagai pilar utama pembangunan ekonomi lokal. Ia mengkritisi kondisi selama ini, di mana hasil laut dari wilayah sekitar justru lebih banyak didistribusikan ke luar daerah seperti ke Pelabuhan Oeba, yang mengakibatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terabaikan.
“Kita punya laut yang kaya, tapi daerah belum menikmati manfaat fiskalnya. Melalui pembangunan TPI di Bolok, kita ingin hadirkan kedaulatan ekonomi di tingkat tapak,” tandasnya tegas.
Ketua DPRD Kabupaten Kupang,Daniel Taimenas menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemerintah Daerah. Ia menegaskan bahwa DPRD siap mengawal proses penganggaran selama hal tersebut sesuai regulasi dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Kapolres AKBP Rudy Junus Jacob Ledo dalam paparannya menggarisbawahi pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban sebagai prasyarat utama keberlanjutan pembangunan. Ia mengimbau masyarakat untuk terus aktif menjadi mitra dalam menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan toleran.
Ketua Pengadilan Negeri, Ikrarniekha Elmayawati Fau, juga menambahkan bahwa transparansi dan sinergi antara lembaga hukum dengan masyarakat merupakan fondasi utama penegakan keadilan yang bermartabat.
Ia menekankan pentingnya keterbukaan dan aksesibilitas lembaga hukum terhadap keluhan masyarakat.
Sementara itu, Dandim 1604/Kupang Letkol Inf. Kadek Abriawan memberikan perspektif strategis mengenai Bela Negara. Ia menyampaikan bahwa konsep Bela Negara harus dimaknai secara kontekstual, di mana nelayan, petani, dan seluruh lapisan masyarakat sejatinya adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan pangan dan ekonomi nasional.
“Nelayan yang tetap melaut saat cuaca buruk, sejatinya sedang menjaga eksistensi negara. Ini bentuk lain dari patriotisme yang harus kita hargai,” ucapnya penuh empati.
Pertemuan ini ditutup dengan harapan besar dari masyarakat agar agenda seperti ini terus berlanjut, tidak berhenti pada seremonial, tetapi menjadi kultur baru dalam tata kelola pemerintahan yang demokratis dan kolaboratif.
Dermaga Bolok, yang selama ini hanya dikenal sebagai simpul transportasi antar pulau, kini menjelma menjadi panggung peradaban baru: tempat rakyat dan negara menyatukan cita.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
