Kupang, BBC — Seorang perempuan muda asal Sillu, DM (24), kini menanggung luka yang tak hanya menetap di tubuhnya, tetapi juga mengendap di hatinya.

Ia diduga dihamili oleh oknum guru PPPK berinisial AK, yang mengajar di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Cinta yang awalnya dirajut dengan keyakinan dan rencana masa depan, berubah menjadi kisah kelam tentang janji nikah yang ditarik kembali.

Dilansir dari media KoranTimor. com , Rabu (17 Desember 2025), DM menuturkan kisah hidupnya lewat pesan WhatsApp. Hubungan mereka, kata DM, berjalan baik sejak awal, hingga suatu hari takdir mengetuk tanpa suara.

“Tanggal 29 September 2025 saya periksa di Puskesmas Camplong. Saya dinyatakan positif hamil 9 minggu. Buku KMS langsung dikasih, dan selama ini AK yang simpan buku KMS itu,” tutur DM lirih.

Kehamilan itu bukan rahasia. AK mengetahui, mengakui, bahkan sempat berdiri di hadapan orang tua DM dengan janji yang terdengar sakral.

Pada 24 November 2025, AK datang ke rumah DM. Di hadapan keluarga, dengan suara yang diyakini sebagai komitmen, ia berkata, “Kami mau menikah.”

Pertemuan keluarga pun digelar. Pada 3 Desember 2025, kedua keluarga duduk bersama dan sepakat menetapkan rencana pernikahan pada April 2026.

Sirih pinang disiapkan sebagai simbol persatuan, harapan dibungkus adat dan luka seolah tak pernah ada.Namun kebahagiaan itu rapuh.Dan Desember menyimpan luka.

Pagi 6 Desember 2025, AK kembali datang ke rumah DM. Kali ini bukan dengan kabar bahagia, melainkan bersama ibunya, membawa keputusan yang membuat dunia DM runtuh seketika.

“Mereka bilang tidak mau tanggung jawab lagi. Katanya mau bayar denda saja, nanti setelah anak lahir dikasih uang tiap bulan,” ungkap DM.

Tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh keluarga DM.Karena cinta bukan soal denda.
Karena anak bukan perkara transaksi.

Pertemuan lanjutan kembali digelar pada 10 Desember 2025, namun hasilnya tetap buntu. Pihak AK bersikukuh menolak bertanggung jawab melalui pernikahan.

AK mengakui hubungan dengan DM dan mengakui kehamilan tersebut. Namun ia menolak menikah.

Ia berdalih bahwa DM memiliki pria lain dan menyatakan dirinya belum siap secara mental.

“Psikologis saya terganggu karena banyak ancaman. Ini ranah pribadi saya,” tulis AK melalui pesan WhatsApp.

DM membantah keras pernyataan tersebut. Dengan suara tegas meski hatinya rapuh, ia menyatakan bahwa sejak Februari 2025, hanya AK yang menjadi pasangannya.

“Selama ini kami berdua saja di sini. Rumah berdekatan, beda RT. Tidak ada pacar lain,” tegas DM.

Ia juga menjelaskan ihwal tempat sirih pinang yang dikembalikan oleh kedua keluarga.

“Tempat sirih pinang itu awalnya simbol persatuan keluarga. Tapi karena AK tidak mau tanggung jawab, jadi dikembalikan,” jelasnya.

Kini, April tinggal rencana yang menguap.
Desember menjadi bulan pengkhianatan.Dan seorang perempuan muda harus menanggung kehamilan, stigma sosial serta luka batin, sementara janji tinggal cerita.

Di Fatuleu,cinta pernah dijanjikan,namun tanggung jawab memilih pergi.

tanah Fatuleu yang tenang dan berdebu angin,cinta pernah tumbuh dengan janji,namun gugur sebelum musim bahagia tiba

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.