Kupang, BBC – Pemerintah Kabupaten Kupang menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Kantor Bupati Kupang, Rabu (1/10) pagi.

Momentum nasional ini dihayati bukan hanya sebagai rutinitas kenegaraan, melainkan sebagai ruang refleksi kolektif untuk meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan, keadilan dan keutuhan bangsa.

Bupati Kupang, Yosef Lede, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kehadiran unsur Forkopimda Kabupaten Kupang, Sekretaris Daerah Mateldius Sanam, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Pegawai Tidak Tetap, memperlihatkan kesungguhan pemerintah daerah dalam merawat nilai luhur Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam rangkaian acara, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, membacakan Ikrar Bangsa Indonesia yang disampaikan atas nama Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Ikrar tersebut menegaskan tekad bangsa Indonesia untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjadikannya sumber kekuatan moral dalam menegakkan kebenaran, memperjuangkan keadilan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Usai pelaksanaan upacara, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila harus dipahami sebagai panggilan moral, etis, dan nasionalisme kebangsaan.

Ia menyebutkan, tanggal 1 Oktober bukan sekadar penanda historis, tetapi juga momentum pengingat akan pengorbanan para pahlawan yang gugur demi mempertahankan ideologi negara.

“Peringatan ini merupakan wujud nyata kebangkitan semangat nasionalisme. Kita semua dipanggil untuk menjaga keutuhan NKRI, menghormati jasa para pahlawan, sekaligus menanamkan nilai persatuan pada generasi penerus bangsa,” ujar Yosef dengan penuh penekanan.

Bupati juga menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama di era globalisasi dan digitalisasi.

Menurutnya, derasnya arus informasi tidak jarang mengikis kesadaran ideologis generasi muda. Oleh sebab itu, Pancasila harus terus ditanamkan bukan sekadar sebagai simbol normatif, melainkan sebagai living values atau nilai hidup yang hadir dalam perilaku sehari-hari.

“Generasi muda mesti menghayati Pancasila sebagai pedoman etika dan moral. Tanpa itu, bangsa kita dapat kehilangan arah di tengah persaingan global. Pancasila adalah benteng sekaligus kompas yang menuntun kita pada persatuan dan keadilan sosial,” tambah Yosef.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Kupang tahun ini sekaligus menegaskan bahwa semangat nasionalisme tidak boleh luntur.

Upacara tersebut menjadi media kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat untuk terus menjaga warisan ideologis bangsa.

Dengan menyalakan api persatuan, Kabupaten Kupang ingin menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya dokumen historis, melainkan sumber inspirasi dan energi kolektif dalam menegakkan kebenaran, keadilan dan keutuhan bangsa.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.