BB – Dalam langkah penuh makna di pesisir selatan Kabupaten Kupang, Wakil Bupati termuda, Aurum Obe Titu Eki menegaskan komitmennya untuk membangun ekonomi maritim yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat lokal.
Saat menghadiri panen raya rumput laut di Kelurahan Sulamu,Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Jumat 16 / 05 / 2025
Ia menyampaikan pesan kuat yang menggugah: “Petani laut adalah garda terdepan pembangunan Kabupaten Kupang.”
Didampingi oleh Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma, kehadiran dua tokoh ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan pesisir bukan hanya slogan, tetapi prioritas nyata dalam agenda pemerintahan daerah.
Aurum menyoroti potensi besar sektor kelautan sebagai kekuatan utama ekonomi Kabupaten Kupang.
Ia menyampaikan bahwa laut bukanlah batas, melainkan ruang harapan yang kaya akan sumber daya.
“Warga Sulamu membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat kolaborasi, laut dapat menjadi sumber penghidupan yang bermartabat dan berkelanjutan,” ujar Aurum.
Konsep ekonomi biru yang berorientasi pada pemanfaatan sumber daya laut secara lestari menjadi narasi sentral.
Dalam pendekatan yang bernuansa pragmatis, Aurum menekankan pentingnya pelatihan, teknologi tepat guna, dan akses pasar bagi para petani rumput laut.
Sebagai pemimpin muda yang lahir dari tradisi intelektual berkepemimpinan Aurum menghindari janji kosong.
Ia menyatakan komitmen Pemkab Kupang untuk mendampingi petani dengan langkah – langkah konkret: dari pelatihan budidaya berbasis riset, penyediaan alat bantu panen, hingga penciptaan jaringan distribusi hasil laut yang efisien dan berkeadilan.
“Apa yang saya sampaikan hari ini adalah juga suara Bupati Kupang. Kami satu hati: pembangunan harus menyentuh masyarakat paling pinggir. Dan masyarakat pesisir adalah prioritas kami,” tegasnya.
Sebagai putri bungsu dari mantan Bupati dua periode, Ayub Titu Eki, Aurum tidak hanya mewarisi nama besar, tetapi juga semangat melayani yang merakyat.
Ia tampil sebagai pemimpin muda dengan visi strategis, namun tetap berpijak pada realitas dan kebutuhan masyarakat bawah.
Dalam konteks pembangunan daerah, Aurum menunjukkan bahwa keberpihakan pada sektor informal—seperti petani rumput laut—adalah fondasi utama untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang tangguh di tingkat desa.
Panen raya di Sulamu bukan sekadar seremoni, melainkan cermin perubahan paradigma: bahwa pembangunan tidak selalu harus datang dari pusat. Justru dari desa – desa
Harapan akan kemandirian dan keberlanjutan ekonomi sedang dibangun dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang transformatif.
Kabupaten Kupang hari ini belajar dari laut—tentang kesabaran, ketekunan, dan kelimpahan yang harus dikelola dengan bijak.
Dan Aurum Titu Eki, dalam perannya yang strategis namun membumi, menjadi salah satu sosok yang menyalakan obor harapan dari bibir pantai Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
