Kupang, BBC — Di antara lembah-lembah sunyi dan rimbunnya pepohonan Amfoang Selatan, gema kepedulian kembali menggema.
Sebanyak 104 kepala keluarga di Desa Oh Aem II, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram per keluarga dari Badan Urusan Logistik (Bulog).
Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan menanggulangi dampak ekonomi
Di pagi yang terang, saat kabut belum sepenuhnya pergi dari punggung gunung, masyarakat Oh Aem II berkumpul dalam harmoni. Bukan sekadar antrean mengambil beras, tapi sebuah perayaan sunyi tentang kehadiran negara di tengah ruang-ruang yang kerap terlupakan.
Menurut Alexander Ataupah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Oh Aem II, distribusi bantuan dilakukan dalam dua tahap dan menjangkau seluruh warga dari tiga dusun yang ada di desa. Penyaluran dilakukan secara transparan dan merata, berdasarkan data yang telah diverifikasi bersama para ketua dusun.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah atas perhatian dan dukungan ini. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam masyarakat kami,” ujar Alexander Ataupah saat ditemui di kantornya,Senin 4 Agustus 2025
Bantuan ini bukan hanya soal logistik pangan. Di balik karung-karung beras itu, tersimpan semangat besar untuk menghapus kelaparan (SDGs Desa Tujuan 2), mendorong keadilan sosial dan memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah Desa Oh Aem II melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pendamping lokal desa guna memastikan distribusi berjalan sesuai prosedur dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.
Program ini mencerminkan sinergi nyata antara pemerintah pusat dan desa dalam menghadirkan kebijakan inklusif berbasis data yang menyentuh akar persoalan masyarakat.
Dalam konteks wilayah perbatasan seperti Amfoang Selatan, keberadaan program ini menjadi penopang penting dalam menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga, sekaligus mengurangi potensi kerentanan ekonomi akibat perubahan iklim dan dinamika global.
Amfoang, dengan bukit-bukitnya yang berundak dan tanahnya yang keras namun setia, menyimpan cerita ketangguhan yang tak lekang oleh waktu. Bantuan beras ini hanyalah satu bab dari narasi panjang tentang bagaimana desa bertahan, bertumbuh dan bermimpi.
Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari arus besar pembangunan yang berkeadilan. Karena di desa-desa seperti Oh Aem II, pembangunan bukan hanya statistik, melainkan rasa aman di piring makan, senyum ibu di dapur dan masa depan anak-anak yang tumbuh tanpa lapar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
