BB — Dalam sebuah dunia yang terus bergerak cepat, menjaga pertumbuhan generasi muda bukan sekadar tugas, tetapi amanah.

Hal inilah yang menjadi semangat di balik audiensi strategis antara Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki dan Yayasan 1000 Cita  Bangsa yang digelar di Restoran Tanjung, Kota Kupang, Kamis (22/5/2025) malam.

Pertemuan yang hangat namun bermakna itu menandai babak baru dalam sinergi pencegahan stunting di Kabupaten Kupang.

Didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Kupang, Juhardi Selan Wabup Aurum menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen yayasan yang telah konsisten menjalankan program kesehatan berbasis komunitas sejak tahun 2021.

IMG 20250522 WA0013

“Menjaga anak-anak kita dari stunting adalah bentuk cinta paling awal dari sebuah bangsa terhadap masa depannya,” ungkap Wabup Aurum dengan nada tulus.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang siap mendampingi, bahkan turun langsung ke lapangan dalam mendukung setiap upaya nyata pencegahan stunting.

Yayasan 1000 Cita Bangsa hadir tidak sekadar membawa gagasan, tetapi solusi. Salah satu inovasi unggulan mereka, Poster Pintar, kini telah berkembang menjadi alat pelatihan sistemik yang membekali kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan perangkat desa dengan 25 keterampilan utama.

Bukan hanya teori, tapi keterampilan yang bisa langsung diterapkan dalam pemantauan tumbuh kembang anak.

Dodi Nuriana, perwakilan yayasan menjelaskan bahwa program ini telah menyasar empat kecamatan dan 20 desa sejak 2021.

“Kami menargetkan 600 kader terlatih hingga 2025. Harapannya, Kupang dapat menjadi model nasional untuk pencegahan stunting berbasis desa,” ujarnya penuh optimisme.

Stunting bukan sekadar istilah medis; ia adalah potret ketimpangan akses gizi, pengetahuan, dan pelayanan dasar. Dalam hal ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi sangat penting.

Ketika pemimpin daerah dan komunitas berjalan seiring, perubahan bukan lagi harapan, tapi kenyataan yang bisa diraih bersama.
“Sehat itu bukan warisan, melainkan hasil dari perhatian dan pendampingan yang terus-menerus,” kata Dodi.

Oleh karena itu, dorongan agar program ini masuk dalam regulasi daerah menjadi bagian dari upaya jangka panjang membangun ketahanan keluarga dan kualitas hidup masyarakat.

Audiensi ini bukan akhir, melainkan awal dari sebuah komitmen yang lebih besar. Pemkab Kupang dan Yayasan 1000 Cita Bangsa menyatakan kesiapan untuk memperkuat kerja sama, terutama dalam aspek pelatihan, monitoring, dan advokasi kebijakan yang berpihak pada kesehatan keluarga.

“Jika ingin memetik masa depan yang cerah, tanamlah benih sehat sejak dini.” Maka langkah yang diambil hari ini adalah investasi paling berharga bagi Kabupaten Kupang.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.