TTS, BBC — Upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu terus diperkuat melalui berbagai program bantuan pendidikan.
Salah satunya dilakukan oleh Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan, Stevano Rizki Adranacus, yang menggulirkan ribuan beasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi para siswa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Program bantuan pendidikan tersebut ditujukan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang layak sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua dalam membiayai kebutuhan sekolah anak-anak mereka.
Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang bertugas di Komisi X DPR RI—komisi yang membidangi sektor pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga—Stevano menilai bahwa akses pendidikan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Untuk memastikan program tersebut tepat sasaran, tim dari Stevano Adranacus bersama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi sejumlah sekolah guna melakukan pendataan calon penerima bantuan.
Kegiatan pendataan dan koordinasi dengan pihak sekolah tersebut telah dimulai sejak Senin, 9 Maret 2026.
Tim yang turun langsung ke lapangan dipimpin oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Yusuf Nikolas Soru, didampingi jajaran pengurus partai mulai dari tingkat kabupaten hingga pengurus ranting di desa.
Yusuf menjelaskan bahwa kunjungan ke sekolah-sekolah dilakukan untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah sekaligus melakukan pendataan terhadap siswa yang memenuhi kriteria sebagai penerima beasiswa PIP dari aspirasi Stevano Adranacus.
“Kami dari tim Bapak Stevano Adranacus, anggota DPR RI Komisi X, datang ke sekolah-sekolah untuk berkoordinasi terkait penyaluran beasiswa PIP dari aspirasi beliau di Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ujar Yusuf dalam keterangannya.
Menurutnya, program tersebut mencerminkan perhatian nyata terhadap penguatan sektor pendidikan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II.
Ia menegaskan bahwa pendekatan langsung ke sekolah dan masyarakat menjadi strategi penting untuk memastikan bantuan pendidikan dapat menjangkau siswa yang benar-benar membutuhkan.
Pendekatan jemput bola tersebut juga dimaksudkan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan administratif dalam mengakses program bantuan pendidikan. Dengan demikian, proses pengusulan penerima bantuan dapat dilakukan secara lebih inklusif dan transparan.
“Sesuai arahan Bapak Stevano Adranacus, kami hadir untuk membantu masyarakat. Jangan sampai masyarakat harus berdesakan atau mengalami kesulitan hanya untuk mendaftar bantuan pendidikan,” katanya.
Selain memperluas jangkauan program, jaringan organisasi partai hingga tingkat desa turut dimanfaatkan untuk membantu proses identifikasi siswa yang berasal dari keluarga miskin maupun hampir miskin.
Dengan dukungan struktur organisasi yang menjangkau hingga tingkat akar rumput, proses verifikasi data diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Tidak hanya itu, tim di lapangan juga diminta untuk mengawal proses pengusulan hingga realisasi bantuan agar tetap transparan dan bebas dari praktik pungutan liar.
“Bapak Stevano Adranacus meminta kami mengawal hak masyarakat miskin. Bantuan pendidikan ini tidak boleh dipotong oleh siapa pun,” tegas Yusuf, yang juga dikenal sebagai mantan Wakil Ketua DPRD Timor Tengah Selatan.
Lebih lanjut, Yusuf mengimbau masyarakat yang anaknya belum pernah menerima bantuan Program Indonesia Pintar agar segera berkoordinasi dengan pengurus DPC PDI Perjuangan maupun pengurus ranting di desa masing-masing agar dapat didata sebagai calon penerima bantuan.
Di sisi lain, masyarakat menyambut baik kehadiran program tersebut. Salah seorang orang tua siswa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Benyamin Nitano, mengungkapkan rasa syukur atas adanya bantuan pendidikan tersebut.
Menurutnya, bantuan PIP sangat membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
“Terima kasih karena selama ini kami belum pernah mendapatkan bantuan. Melalui tim PDI Perjuangan, anak-anak yang belum pernah tersentuh bantuan bisa didata untuk mendapatkan PIP,” ujarnya.
Program Indonesia Pintar sendiri merupakan salah satu instrumen kebijakan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui program tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak usia sekolah yang terhambat melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan pendidikan di wilayah timur Indonesia, inisiatif seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat keadilan sosial dan memastikan bahwa pendidikan benar-benar menjadi jembatan harapan bagi masa depan generasi muda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
