Kupang, BBC – Di tengah arus globalisasi dan derasnya perubahan teknologi, keberlanjutan pembangunan daerah tidak lagi hanya ditentukan oleh sektor industri besar, melainkan juga oleh kemampuan masyarakat lokal dalam mengelola Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Menyadari hal tersebut, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Kupang berkolaborasi dengan salah satu platform e-commerce terbesar di Asia Tenggara, Shopee, menginisiasi program Training of Trainer (ToT) Digital Marketing bagi pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Rabu (17/9), dihadiri langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, serta perwakilan UMKM dari lima kabupaten, yakni Kupang, TTS, TTU, Malaka dan Rote Ndao.

Dalam sambutannya, Yosef Lede menegaskan bahwa UMKM merupakan motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial.

Menurutnya, kekuatan UMKM tidak hanya terletak pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga pada nilai kultural, kreativitas, dan inovasi lokal yang dikandungnya.

“UMKM adalah denyut nadi ekonomi masyarakat. Namun di era digital, keberhasilan tidak lagi diukur hanya dari produksi, melainkan juga dari kemampuan menembus pasar global melalui strategi pemasaran digital yang efektif,” ujar Yosef Lede.

Bupati Kupang menekankan bahwa peningkatan kapasitas dalam bidang digital marketing bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Melalui penguasaan teknologi digital, UMKM memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar, membangun merek yang berdaya saing, sekaligus mengintegrasikan diri dalam ekosistem ekonomi global.

Lebih jauh, Yosef Lede berharap para peserta tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan yang mampu menularkan ilmu kepada komunitas UMKM lainnya.

“Kita tidak boleh berhenti pada pengetahuan yang diterima hari ini. Para peserta harus menjadi pelatih yang melahirkan pelatih baru, sehingga transformasi digital UMKM di NTT berlangsung secara berkelanjutan,” tegasnya.

Transformasi digital bukan sekadar tren, tetapi jalan masa depan. Melalui digitalisasi UMKM, kita sedang menyiapkan warisan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi berikutnya,” pungkas Yosef Lede dengan penuh optimisme

Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Syamsul Widodo, dalam sambutannya secara daring menambahkan bahwa masa depan Indonesia ada di Timur.

Menurutnya, potensi besar NTT harus diberi ruang promosi yang lebih luas melalui digitalisasi UMKM, agar produk lokal mampu bersaing dan dikenal secara global.

Sementara itu, Director of Public Policy Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo, menegaskan dukungan Shopee terhadap pengembangan UMKM di daerah.

Baginya, digitalisasi UMKM adalah jawaban atas keterbatasan geografis, karena teknologi membuat jarak dan waktu bukan lagi hambatan.

Kegiatan ToT ini diharapkan tidak hanya melahirkan pelaku UMKM yang terampil dalam memanfaatkan platform digital, tetapi juga menciptakan ekosistem wirausaha yang lebih mandiri, adaptif dan berdaya saing.

Dengan demikian, UMKM NTT tidak lagi sekadar menjadi aktor ekonomi lokal, tetapi mampu bertransformasi menjadi pemain global yang membawa nama daerah ke pentas dunia.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.