BB – Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-Up Initiative (READSI) yang didukung oleh Amerika Serikat melalui International Fund for Agricultural Development (IFAD) telah berhasil memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur,09/10/2024

Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan petani miskin melalui pemberdayaan rumah tangga tani dan pemanfaatan sumber daya pertanian.

Kabupaten Kupang menerima kunjungan istimewa dari Delegasi Senator Kongres Amerika Serikat,IFAD, dan Perwakilan PBB yang datang untuk memantau langsung pelaksanaan Program READSI. Rombongan ini disambut oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Novita Foenay, yang mewakili Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba. 

“Foenay menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan kehormatan besar bagi Kabupaten Kupang.Program READSI telah berjalan di 20 desa pada 10 kecamatan dengan melibatkan 140 kelompok tani dan 3.500 petani,” ungkapnya. 

Program ini tidak hanya membantu meningkatkan hasil produksi pertanian tetapi juga mengubah pola usaha petani dari sekadar memenuhi kebutuhan keluarga menjadi usaha pertanian berbasis bisnis.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari penerapan teknologi SMART Farming. Dengan pendekatan ini, pertanian di Kabupaten Kupang mengutamakan efisiensi, kualitas, dan kontinyuitas hasil produksi. Desa Oematnunu, salah satu desa penerima manfaat, kini menjadi pemasok utama sayuran ke Kota Kupang.

Selain itu, program READSI juga meningkatkan akses petani ke lembaga keuangan dan memperluas pasar produk pertanian. Hal ini membuka peluang bagi para petani untuk mendapatkan keuntungan ekonomi yang lebih besar.

Peter Yeo, salah satu anggota delegasi Senator Kongres Amerika Serikat, menyatakan bahwa Amerika Serikat melalui IFAD akan terus memantau pelaksanaan program ini.

Yeo menegaskan bahwa program-program serupa juga sedang dijalankan di Amerika Serikat untuk memperkuat ketahanan pangan di negaranya. 

“Program READSI di Kupang memberikan manfaat yang sangat signifikan bagi petani, dan kami berkomitmen untuk memastikan bantuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Yeo.

Program READSI yang sudah berjalan selama lima tahun ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani di Kupang.Kerjasama internasional ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga internasional dapat mengubah wajah sektor pertanian di daerah-daerah pedesaan.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.