Kupang, BBC – Bupati Kupang, Yosef Lede terus mengakselerasi penguatan sektor pertanian sebagai instrumen strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penanaman perdana bibit jagung Musim Tanam I yang dilaksanakan di Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Rabu (17/12/2025), pada areal pertanian seluas 340 hektar.

Pelaksanaan penanaman perdana ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan produktif, sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan bantuan 5 ton bibit jagung dan pupuk organik cair kepada 10 kelompok tani di Desa Pantulan. Bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani jagung secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Yosef Lede menekankan bahwa musim penghujan yang telah berlangsung harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh petani di Kabupaten Kupang.

Menurutnya, keselarasan waktu tanam dengan kondisi iklim merupakan faktor kunci dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Musim hujan harus direspons dengan aktivitas tanam yang optimal. Jangan sampai curah hujan tersedia, tetapi lahan tidak dimanfaatkan sehingga musim tanam terlewati tanpa hasil yang maksimal,” tegas Yosef Lede.

Lebih lanjut, Bupati Kupang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan dasar petani, baik melalui penyediaan sarana produksi pertanian seperti bibit dan pupuk, maupun dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah disalurkan oleh Kementerian Pertanian. Seluruh dukungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara efektif guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian.

Yosef Lede juga menyampaikan bahwa Kabupaten Kupang saat ini telah mencapai status swasembada beras. Namun demikian, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi komoditas pertanian lainnya, termasuk jagung, untuk mendukung ketahanan pangan regional, khususnya dalam menopang kebutuhan pangan wilayah sekitar seperti Kota Kupang.

Dalam konteks nasional, Yosef Lede mengaitkan penguatan sektor pertanian dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Kupang merupakan daerah dengan jumlah dapur MBG terbanyak di Provinsi NTT, yakni 73 dapur, dengan estimasi perputaran anggaran mencapai sekitar Rp600 miliar per tahun.

“Optimalisasi seluruh potensi lahan pertanian menjadi keharusan agar Kabupaten Kupang mampu memenuhi kebutuhan pangan program MBG. Ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat petani,” jelasnya.

Kegiatan penanaman perdana tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, Camat Sulamu, Kepala Desa Pantulan, Ketua Majelis Klasis Sulamu serta masyarakat petani setempat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.