Kupang, BBC — Dalam sunyi kerja nyata dan semangat kebersamaan, Desa Tolnaku menorehkan sebuah capaian yang pantas diapresiasi.
Program ketahanan pangan desa yang bersumber dari 20 persen Dana Desa tahun 2025 kini mencapai keberhasilan 100 persen, menandai tonggak penting dalam perjalanan pembangunan pedesaan yang berdaya dan mandiri.
Program ini berfokus pada dua pilar utama ketahanan pangan lokal, yakni budidaya ayam petelur dan ikan nila, sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan gizi serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Sekretaris Desa Tolnaku, Jemi Bait mewakili Kepala Desa Tolnaku, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur pendukung telah selesai dikerjakan dengan hasil yang membanggakan.
“Bak ikan telah rampung, kandang ayam berdiri kokoh, dan kini ayam-ayam itu telah mulai bertelur. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kebersamaan dapat melahirkan hasil yang nyata,” ujar Jemi Bait, Jumat (24/10/2025).
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, keberhasilan ini merefleksikan semangat pemberdayaan masyarakat dan komitmen desa terhadap kemandirian pangan.
Menurut Jemi Bait, ketahanan pangan bukan hanya tentang hasil produksi, melainkan tentang kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan hidup dan kesejahteraan bersama.
“Kami berharap, hasil dari program ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Tolnaku, sekaligus menjadi sumber pasokan telur dan ikan bergizi bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Fatuleu,” tambahnya.
Dengan nada penuh harapan, ia menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor akan menjadi kunci keberlanjutan program ini.
“Ke depan, kami berharap agar program MBG di Fatuleu dapat membeli telur dan ikan dari Tolnaku. Dengan begitu, hasil kerja masyarakat benar-benar kembali untuk masyarakat,” ucapnya dengan penuh optimisme.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa Dana Desa bukan sekadar angka dalam laporan anggaran, melainkan instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah wajah desa — dari ketergantungan menuju kemandirian, dari konsumsi menuju produksi.
Dengan semangat gotong royong, masyarakat Tolnaku telah membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya dibangun dengan dana, tetapi juga dengan hati, tekad, dan cita untuk kesejahteraan bersama. Kini, Desa Tolnaku melangkah pasti sebagai desa yang mandiri, produktif dan tangguh pangan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
