Kupang, BBC – Pemerintah Kabupaten Kupang secara resmi mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22 tingkat Kabupaten Kupang, bertempat di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah.
Kegiatan ini menandai komitmen daerah dalam memperkuat kolaborasi multi-pihak untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan integrasi sosial di seluruh desa dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede menekankan bahwa pembangunan daerah bukanlah tanggung jawab tunggal pemerintah.
Menurutnya, pencapaian pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk lembaga adat, sektor swasta, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan generasi muda.
“Gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Bupati Yosef.
Bupati Yosef menekankan bahwa BBGRM merupakan upaya strategis untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, memperkuat kepedulian sosial dan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan.
Ia menambahkan bahwa nilai gotong royong adalah warisan luhur bangsa yang wajib dipelihara dan dilestarikan, bukan hanya sebagai konsep ideal, tetapi sebagai praktik nyata dalam keseharian masyarakat.
Dalam konteks pembangunan desa, Bupati Yosef menyoroti berbagai program yang telah dilaksanakan melalui mekanisme kolaboratif, antara lain padat karya tunai, perbaikan jalan usaha tani, pembangunan jaringan perpipaan, sumur bor, rumah layak huni, hingga jamban sehat.
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya efisien dari sisi anggaran, tetapi juga menghadirkan hasil yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Semua program ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi multi-pihak dapat menghadirkan manfaat berkelanjutan, sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan di desanya,” ujar Bupati.
Bupati Yosef juga menekankan pentingnya menanamkan nilai gotong royong sejak dini, khususnya kepada generasi muda, di tengah tantangan modernisasi yang cenderung mendorong perilaku individualistis.
Ia mendorong agar praktik gotong royong dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, sehingga nilai luhur ini tetap hidup dan relevan dalam kehidupan kontemporer.
Selain itu, Bupati Yosef mengingatkan masyarakat untuk menjaga dan merawat tanaman serta fasilitas yang dibangun melalui BBGRM.
Menurutnya, tindakan ini tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Acara pencanangan BBGRM ke-22 ini menegaskan komitmen Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati dalam mewujudkan visi “Kupang Emas” melalui semangat gotong royong dan kolaborasi multi-pihak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata integrasi sosial dan pembangunan berkelanjutan, yang dijalankan dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat kebersamaan ini. Gotong royong adalah modal sosial yang akan membawa Kabupaten Kupang menuju kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Bupati Yosef.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kepemimpinan kolaboratif, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sinergi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak terkait dapat menjadi strategi pembangunan yang efektif, berdaya guna dan berdampak langsung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
