Kupang, BBC — Sebuah babak penting dalam sejarah olahraga Kabupaten Kupang kembali ditorehkan.
Bupati Yosef Lede didampingi Sekretaris Daerah Mateldius Sanam menerima kepulangan kontingen Shorinji Kempo Kabupaten Kupang dari ajang Kejurda Kempo Piala Bupati Belu 2025 di GOR La Bone, Atambua.
Pada kejuaraan yang melibatkan kontingen se-NTT dan perwakilan Timor Leste itu, Kabupaten Kupang berhasil mengoleksi 29 medali—8 emas, 5 perak dan 16 perunggu—serta menempati posisi juara umum IV.
Capaian ini mengukuhkan kembali eksistensi Kabupaten Kupang sebagai salah satu sentra penting pembinaan kempo di Nusa Tenggara Timur.
Dalam refleksi penerimaannya, Yosef Lede menegaskan bahwa kempo bukan sekadar cabang olahraga, melainkan identitas kultural, instrumen pendidikan karakter dan simbol disiplin masyarakat Kabupaten Kupang.
“Setiap medali adalah warisan moral yang harus dijaga lintas generasi. Regenerasi adalah keharusan,historis dan strategis. Tanpa itu, kejayaan akan menjadi episodik, bukan kontinuitas,” ujar Yosef Lede.
Sebagai Ketua Umum Perkemi Kabupaten Kupang, ia menekankan bahwa regenerasi atlet harus dilakukan secara sistematis.
Dalam kerangka ini, ia menyebut trilogi pembinaan olahraga: atlet senior sebagai mentor, pelatih sebagai arsitek teknik dan mental, serta pemerintah sebagai penopang institusional. Sinergi ini adalah fondasi ilmiah dari sebuah pembangunan olahraga yang berkelanjutan.
Dalam waktu dekat, Kabupaten Kupang akan menjadi tuan rumah Kejurda Piala Bupati Kupang, sekaligus bersiap menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda).
Yosef Lede memandang dua momentum ini sebagai laboratorium kompetisi, di mana atlet tidak hanya menguji kapasitas teknis, tetapi juga menanamkan mentalitas juara.
Bagi pemerintah, olahraga tidak hanya melahirkan medali, melainkan juga etos kerja, disiplin sosial dan integritas kolektif masyarakat Kabupaten Kupang.
Dengan kepemimpinan yang visioner Yosef Lede menegaskan bahwa kempo adalah warisan martabat, bukan hanya arena kompetisi, melainkan pilar pembangunan manusia Kabupaten Kupang yang unggul, berkarakter dan berdaya saing global.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam memperkuat narasi Bupati dengan menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak lagi bersifat parsial, melainkan menjadi kebijakan struktural.
“Kempo telah membuktikan dirinya sebagai ikon prestasi dan instrumen diplomasi daerah. Karena itu, komitmen pemerintah harus menyeluruh: mulai dari pembinaan berjenjang, pendanaan berkelanjutan, hingga penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Hanya dengan cara itu kesinambungan prestasi dapat terjaga,” tegas Sanam.
Sanam menilai kempo bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga sarana memperkuat citra publik Kabupaten Kupang di tingkat regional, nasional bahkan internasional.
Seremoni penerimaan ditutup dengan penyerahan piala juara umum IV dari para atlet kepada Bupati dan Sekda.
Tindakan simbolis ini menjadi penegasan bahwa prestasi adalah hasil kolaborasi multipihak—atlet, pelatih, pengurus, pemerintah dan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
