KUPANG, BBC — Menyongsong Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, suasana Oelamasi dipenuhi semangat kebersamaan dan optimisme.
Di tengah perayaan itu, Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, tampil menonjol sebagai salah satu motor penggerak ekonomi rakyat, menampilkan potensi lokalnya dalam pameran daerah yang menjadi ajang unjuk prestasi dan inovasi desa.
Kepala Desa Kuimasi, Maksen Lifu mengungkapkan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Kupang yang telah memberi ruang partisipasi langsung bagi desa dan masyarakat.
“Terkait tanggapan saya apa yang dibuat oleh pemerintah daerah, baik itu Bupati dan Wakil Bupati Kupang, tentu kami pemerintah desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu dan masyarakat mengucapkan terima kasih. Ini bagi kami hal baru, di mana masyarakat turut mengambil bagian di dalam pameran untuk menyambut HUT RI ke-80 tahun ini di Oelamasi,” ujarnya saat ditemui di Stand Kecamatan Fatuleu, Selasa (12/8/2025).
Menurutnya, setelah menerima informasi dari pemerintah daerah, sejumlah desa di Kecamatan Fatuleu langsung menunjukkan dukungan penuh. Mereka membangun stand pameran dan mengisinya dengan ragam potensi desa, termasuk 10 program PKK yang memamerkan hasil karya masyarakat serta produk unggulan daerah.
Desa Kuimasi sendiri menampilkan beragam hasil inovasi yang telah digarap secara berkelanjutan, antara lain ikan lele hasil budidaya dari Dana Desa tahun 2022–2023, minyak kemiri bakar yang kaya manfaat, buah melon segar, bibit jamur tiram serta media peklok karya kelompok tani muda One Heart—sebuah komunitas pemuda desa yang berani berinovasi dan pantang menyerah.
“Sudah dua hari ini ikan lele kami terjual beberapa kilogram, buah melon habis, dan jamur tiram juga sebagian ludes. Ini sangat bagus untuk kami. Apa yang dibuat oleh Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki mendorong kami di pemerintah desa untuk berinovasi dan belajar demi ekonomi rakyat,” tutur Maksen.
Dua hari berturut-turut, Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki hadir mengunjungi stand. Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah dorongan moral yang membakar semangat untuk terus mengembangkan potensi lokal.
“Sudah dua hari ini juga Bupati dan Wakil Bupati mengunjungi stand sehingga kami merasa ada semangat terus untuk kami di Desa Kuimasi sendiri,” imbuhnya.
Tidak hanya memuji dukungan yang telah ada, Maksen juga menyampaikan harapan strategis untuk keberlanjutan pemasaran produk desa.
“Saya meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Kupang kalau dapat Pasar Lili yang berlokasi di Camplong I dapat dimanfaatkan dengan baik, agar potensi kami terus diekspose di sana,” pintanya penuh harap.
Pameran di Oelamasi bukan sekadar ajang jual-beli, melainkan simbol kemajuan desa yang berlandaskan kreativitas dan kerja keras masyarakat.
Ikan lele yang tumbuh di kolam desa adalah wujud pemanfaatan sumber daya air yang bijak. Melon yang ranum adalah buah dari tanah yang dikelola dengan cinta.
Jamur tiram yang lembut adalah hasil dari ilmu dan ketelatenan. Semua ini berpadu menjadi narasi bahwa desa mampu menjadi pusat produksi yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan.
Desa Kuimasi membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari kota; ia dapat bersemi dari tanah desa yang dikerjakan dengan keyakinan dan kesungguhan.
Dukungan pemerintah daerah ibarat pupuk yang menyuburkan benih inovasi. Apabila sinergi ini terus dipelihara, Kuimasi tidak hanya akan tumbuh bersama, tetapi juga menjadi teladan bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang—bahwa kemandirian ekonomi rakyat lahir dari kesadaran akan potensi yang dimiliki dan keberanian untuk mengelolanya demi masa depan yang lebih sejahtera.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
