Kupang,BBC — Pemerintah Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, resmi memulai pelaksanaan program ketahanan pangan tahun 2025 melalui peletakan batu pertama yang digelar pada Rabu, 23 Juli 2025 di Dusun IV.

Program ini menandai awal dari komitmen jangka panjang desa dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui pendekatan berkelanjutan dan partisipatif.

Kegiatan dimulai dengan ibadat syukur yang dipimpin oleh Pdt. Noni Inggraeni Sanu Loe S.Th Ketua Majelis Jemaaat (KMJ)  Hosana Boni, Klasis Fatuleu, sebagai bentuk spiritualitas dan harapan akan keberhasilan program.

Acara ini turut dihadiri oleh Camat Fatuleu, Hendra Mooy, yang memberikan apresiasi tinggi atas sinergi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa ini. Hari ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan kita menuju kedaulatan pangan desa Tolnaku,” ujar Camat Hendra dalam sambutannya.

Program ketahanan pangan tahun ini difokuskan pada dua sektor utama: budidaya ikan Nila dan peternakan ayam KUB petelur, yang masing-masing didukung melalui pembangunan kolam ikan senilai Rp101.741.000 dan kandang ayam senilai Rp111.415.400. Total anggaran sebesar Rp213.156.400 bersumber dari Dana Desa tahun 2025, sebagai bentuk nyata komitmen negara dalam memperkuat ketahanan pangan dari desa.

IMG 20250723 WA0019

Salah satu aspek visioner dari program ini adalah penyewaan lahan selama 10 tahun dengan anggaran sebesar Rp25 juta.

Hal ini dinilai sebagai bentuk dukungan tulus dari masyarakat pemilik lahan yang dengan sukarela menyewakan tanahnya demi keberlangsungan program.

“Bukan nilai uang yang menjadi tolok ukur, tetapi antusias dan semangat warga yang patut diapresiasi. Ini bentuk cinta terhadap tanah kelahiran untuk masa depan anak cucu,” ungkap Hendra.

Berbeda dari program pertanian konvensional yang kerap berfokus pada kelompok tani, program ini bersifat inklusif dan terbuka untuk seluruh masyarakat Desa Tolnaku.

Camat Hendra menegaskan bahwa masyarakat diajak untuk berinvestasi di desa melalui pemanfaatan potensi lokal secara kolaboratif, tidak terbatas pada sektor pertanian semata.

Pemerintah juga mendorong agar Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bekerja erat dengan kelompok tani, memastikan kesinambungan program bahkan setelah masa pelaksanaan berakhir. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pondasi ekonomi desa yang mandiri, produktif dan berdaya saing.

Desa Tolnaku menjadi desa kedua di Kecamatan Fatuleu yang telah berhasil memulai pelaksanaan program ketahanan pangan setelah Desa Naunu.

Hal ini menunjukkan bahwa perubahan nyata dimulai dari desa-desa yang memiliki visi, kemauan dan kerja sama antarwarga yang kuat.

Program ketahanan pangan di Desa Tolnaku bukan sekadar pembangunan fisik kolam atau kandang, tetapi sebuah investasi sosial dan spiritual untuk generasi yang akan datang.

Dengan semangat gotong royong, keberpihakan pada rakyat, dan pengelolaan sumber daya desa secara berkelanjutan, Tolnaku telah menunjukkan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi dan perubahan.

Dari tanah Tolnaku, untuk anak cucu — inilah warisan berharga dari sebuah desa yang memilih untuk membangun harapan, bukan hanya hari ini, tetapi untuk masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Sekretaris Camat Fatuleu Feronika, S.Kom, Kepala Desa Tolnaku beserta perangkat desa, penyuluh pertanian dari BPP Fatuleu, perwakilan dari SPP Negeri Kupang, pendamping desa dan pendamping lokal, ketua kelompok tani Desa Tolnaku, serta tokoh masyarakat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.