BBC — Pemerintah Kabupaten Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam memenuhi hak dasar masyarakat melalui pengembangan infrastruktur pelayanan publik yang merata dan berkelanjutan.
Hal ini ditandai dengan peresmian sarana air bersih dan serah terima sistem penyediaan air minum di Desa Oenaek, Kecamatan Kupang Barat, yang dilaksanakan pada Senin (14/7/2025) oleh Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mengakselerasi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pilar ke-6 yaitu “Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Semua”.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki menyampaikan bahwa akses terhadap air bersih yang layak konsumsi merupakan hak fundamental setiap warga negara yang dijamin dalam berbagai instrumen kebijakan nasional maupun internasional.
Menurutnya, ketersediaan air bersih memiliki dampak multidimensional yang memengaruhi kualitas hidup, kesehatan masyarakat, produktivitas ekonomi, hingga ketahanan lingkungan.
“Air bersih adalah kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa ketersediaan air yang layak, mustahil kita dapat mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif dan bermartabat,” tegas Wakil Bupati.
Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur air bersih di Desa Oenaek tidak hanya menjadi solusi teknis atas permasalahan kekurangan air, tetapi juga sebagai bentuk keadilan sosial dan afirmasi terhadap wilayah yang selama ini mengalami ketimpangan layanan dasar.
Program pembangunan sarana air minum ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kupang, Pemerintah Desa Oenaek, kelompok masyarakat dan mitra pembangunan. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, responsif terhadap kebutuhan lokal dan menjunjung prinsip keberlanjutan.
Selain peresmian, juga dilakukan serah terima sistem air bersih dari pihak penyedia ke pengelola desa, yang menandai dimulainya pengelolaan sarana tersebut secara mandiri oleh masyarakat
Desa Oenaek dipilih sebagai salah satu lokasi prioritas pembangunan karena secara geografis dan klimatologis sering mengalami keterbatasan pasokan air, khususnya di musim kemarau.
Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat tidak lagi harus berjalan jauh untuk memperoleh air bersih dan kualitas hidup pun diharapkan meningkat secara signifikan.
“Ini adalah aset publik yang harus dijaga bersama. Kami berharap masyarakat menggunakan dan merawatnya secara bertanggung jawab demi keberlanjutan layanan,” ujar Aurum.
Wakil Bupati juga mendorong pelibatan aktif kelompok perempuan dan generasi muda dalam pengelolaan sarana air, sebagai bentuk pemberdayaan sosial dan pendidikan lingkungan hidup di tingkat desa.
Program ini dipandang sebagai intervensi strategis yang akan berdampak langsung pada pencapaian target RPJMD Kabupaten Kupang serta penguatan indeks pembangunan manusia (IPM), khususnya di sektor kesehatan dan lingkungan.
Menutup arahannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi dalam pembangunan ini.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong replikasi program serupa di desa-desa lain yang masih menghadapi kendala akses terhadap air bersih dan sanitasi layak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
