BB – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 yang diluncurkan di Desa Uitao, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, tidak hanya menjadi momentum pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencerminkan transformasi sosial berbasis kolaborasi lintas sektoral yang semakin mengakar kuat di Nusa Tenggara Timur,Selasa 06 Mei 2025

Berlangsung di dua wilayah prioritas, yakni Desa Huilelot dan Desa Onansila, TMMD tahun 2025 menyasar dua aspek fundamental dalam pembangunan pedesaan: penguatan infrastruktur dasar dan peningkatan kapasitas sosial masyarakat.

Program ini melibatkan Kodim 1604/Kupang sebagai pelaksana utama bersama Pemerintah Kabupaten Kupang, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, dalam sambutannya menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat simbolik, melainkan wujud dari rekonstruksi model pembangunan yang bersandar pada semangat gotong royong dan inklusivitas.

IMG 20250506 WA0021

Ia menyoroti pentingnya merawat solidaritas sosial di tengah meningkatnya tantangan pembangunan yang kompleks.

“Program ini bukan hanya membangun jalan dan sumur, tetapi membangun kesadaran kolektif kita sebagai masyarakat yang berdaya, mandiri, dan siap menghadapi masa depan,” tutur Aurum.

Kegiatan fisik yang direncanakan meliputi pembangunan dua unit sumur bor dan pembukaan serta pengerasan jalan baru sebagai akses vital penghubung desa. Namun yang menarik, kegiatan non-fisik mendapat porsi yang seimbang melalui serangkaian penyuluhan, mulai dari rekrutmen TNI, kesadaran hukum, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna dan pencegahan stunting—semuanya diarahkan untuk membangun pondasi sosial yang lebih tangguh.

TMMD juga dilihat sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan dan bela negara sejak dini, melalui edukasi langsung kepada masyarakat.

Hal ini sejalan dengan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (community-based development) yang saat ini diadopsi secara luas dalam kebijakan publik daerah.

Wakil Bupati Kupang menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh warga Kabupaten Kupang untuk menjadikan TMMD sebagai tonggak pembaruan. Ia menyampaikan bahwa pembangunan tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.

“Kita sedang menanam harapan di tanah-tanah desa. Dan dari harapan itu, Kupang akan tumbuh sebagai kabupaten yang tangguh dan berkeadilan,” pungkasnya.

Kegiatan pembukaan yang digelar di Desa Uitao turut dihadiri oleh Camat Semau Selatan, Dandim 1604/Kupang, Danramil Semau, Asisten I Setda Kabupaten Kupang, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Semau.

Hadirnya berbagai pemangku kepentingan menegaskan bahwa TMMD adalah ruang sinergi yang melibatkan semua elemen, dari tingkat birokrasi hingga lapisan akar rumput.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.