BB — Di tengah sengatan matahari yang menyelimuti Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, asa kemandirian pangan mulai tumbuh,Rabu 16 April 2025
Bupati Kupang Yosef Lede dan Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki memimpin langsung panen raya perdana padi sekaligus membuka lahan pertanian baru sebagai bagian dari implementasi program 100 hari kerja pertama mereka sejak dilantik.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan representasi konkret dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam membangun fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
Momentum panen ini menjadi simbol awal transformasi sektor pertanian sebagai sektor unggulan dalam pembangunan ekonomi wilayah.
Dalam sambutannya Bupati Kupang, Yosef Lede menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencapai swasembada pangan. Ia menekankan bahwa Kabupaten Kupang memiliki modal dasar yang kuat, mulai dari lahan subur, ketersediaan air, hingga sumber daya manusia yang siap diberdayakan.
“Ini bukan semata panen simbolik. Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat kita mampu menghasilkan pangan secara berkelanjutan apabila diberikan dukungan yang memadai,” ungkapnya.
Kabupaten Kupang menargetkan peningkatan produksi padi menjadi lebih dari 55.000 ton per tahun dan ini sebuah lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat defisit sekitar 5.000 ton.
Dengan pembukaan lahan baru dan penguatan sarana produksi, pemerintah optimistis mampu tidak hanya menutup defisit, namun juga menciptakan surplus produksi.
Bupati juga menyoroti pentingnya desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada sektor pertanian.
Ia mendorong setiap desa untuk berinovasi dan mengembangkan potensi agrarisnya secara maksimal.
“Kami ingin pertanian tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tradisional semata, melainkan sebagai motor penggerak pembangunan desa yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Upaya panen raya ini juga berkaitan erat dengan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Kabupaten Kupang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp450 miliar untuk mendukung pelaksanaan program ini.
Dana tersebut tidak hanya difokuskan pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok lokal dengan memprioritaskan hasil pertanian warga.
Pemerintah Kabupaten Kupang telah membangun komunikasi aktif dengan 24 kementerian melalui forum kepala daerah se -NTT guna memastikan dukungan lintas kementerian terhadap berbagai program strategis daerah, khususnya dalam hal penyediaan infrastruktur pertanian dan akses pasar hasil panen.
Panen raya di Desa Pantulan menjadi titik awal yang strategis, menandai bangkitnya semangat kolektif antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Di bawah terik Sulamu, tak sekadar padi yang dipanen, melainkan harapan dan komitmen jangka panjang untuk menjadikan Kabupaten Kupang sebagai lumbung pangan regional yang tangguh dan mandiri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
