BB – Kabupaten Kupang terus menunjukkan dedikasinya dalam menciptakan perlindungan sosial yang inklusif melalui kolaborasi berbagai pihak.

Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Pertemuan strategis diadakan di Kabupaten Kupang yang dihadiri oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D), Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), serta media lokal,pada Jumat 22 November 2024

20241122 135203449

Kepala BP4D Kabupaten Kupang, Juhardi Selan, memimpin diskusi yang fokus pada upaya penguatan fungsi tim pemantau program inklusi-GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion).

Juhardi Selan menyampaikan bahwa kolaborasi adalah elemen utama untuk memastikan program berjalan optimal.

“Kolaborasi ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama. Kehadiran mitra, media, dan pemerintah menjadi pondasi kuat untuk melihat dan menyelesaikan isu inklusi dan GEDSI di Kabupaten Kupang,” ujar Juhardi.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik memungkinkan PKH berjalan secara efektif dan langsung menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan, terutama kelompok rentan, seperti perempuan miskin dan marjinal.

20241122 140059408

Dalam pertemuan tersebut, tim pemantau diminta mempersiapkan kebutuhan administratif dan teknis untuk menghadiri workshop pada 25 November 2024. Workshop ini dirancang untuk memperkuat peran tim dalam melaksanakan tugas pemantauan di lapangan.

“Dengan adanya workshop ini, saya berharap tim pemantau dapat memahami perannya dengan lebih baik dan mampu mengatasi tantangan di lapangan. Tugas dan fungsi kita adalah memastikan program berjalan sesuai harapan,” jelas Juhardi.

Media juga menjadi pilar penting dalam kolaborasi ini. Dengan perannya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, media membantu meningkatkan pemahaman publik tentang PKH, termasuk akses dan manfaat yang tersedia.

Juhardi mengakui bahwa keberadaan media memperkuat transparansi pelaksanaan program.

“Kami sangat mengapresiasi peran media dalam membantu pemerintah menyebarluaskan informasi penting kepada masyarakat,” tambahnya.

Juhardi berharap sinergi antara pemerintah, mitra, dan media dapat terus terjalin erat demi keberlanjutan program perlindungan sosial di Kabupaten Kupang.

Ia optimis bahwa kolaborasi ini mampu menciptakan perubahan positif bagi kelompok rentan dan masyarakat luas.

“Harapan saya, dengan sinergi ini, kita dapat memastikan bahwa PKH benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Kupang. Bersama, kita bisa mengatasi setiap tantangan,” tutup Juhardi.

Melalui kolaborasi ini, Kabupaten Kupang membuktikan komitmennya dalam membangun pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis data, program ini diharapkan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.