BB – Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024 semakin memanas dengan perubahan signifikan dalam peta politik. Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, yang sebelumnya mendukung pasangan Emanuel Melkiades Laka Lena-Johni Asadoma, kini beralih mendukung pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA).
KIM Plus, yang terdiri dari 11 partai besar seperti Golkar, Gerindra, PAN, Demokrat, dan lainnya, menghadirkan kejutan politik dengan peralihan dukungan ini.
Langkah ini diawali oleh keputusan Erick Dominggus, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Garuda Kabupaten Malaka, yang secara resmi mencabut dukungan terhadap Melki – Johni dan beralih ke SIAGA.
Erick menyatakan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia dan gerbong Partai Garuda di Malaka memandang latar belakang militer Simon Petrus Kamlasi sebagai nilai tambah yang relevan untuk membawa perubahan di NTT.
“SPK dikenal sebagai pekerja keras. Keputusan ini sesuai dengan nilai-nilai yang saya hormati dan demi masa depan NTT yang lebih baik,” tegas Erick saat kampanye terbatas di Desa Kufeu, Malaka, Sabtu (16/11).
Keputusan Erick Dominggus mendapat dukungan dari mayoritas pengurus Partai Garuda di Malaka. Meski berpotensi menimbulkan sanksi dari partai, Erick menegaskan komitmennya kepada masyarakat NTT.
“Saya tidak peduli dengan risiko sanksi. Fokus utama saya adalah membawa NTT keluar dari status termiskin ketiga di Indonesia,” lanjutnya.
Dengan bergabungnya gerbong Partai Garuda di Malaka, SIAGA kini mendapat tambahan dukungan strategis di wilayah tersebut. Koalisi ini memperkuat basis mereka bersama partai NasDem, PKB, dan PKS, yang sudah lebih dulu mendukung pasangan ini.
Langkah KIM Plus ini memicu reaksi beragam dari berbagai pihak. Sementara pendukung Melki-Johni menyayangkan peralihan dukungan, kubu SIAGA menyambut baik keputusan ini sebagai momentum untuk memperkuat perjuangan mereka di Pilgub NTT.
Pilgub NTT 2024 dijadwalkan berlangsung pada 27 November, dengan pertarungan sengit antara tiga pasangan calon. Dukungan KIM Plus kepada SIAGA diprediksi akan mengubah dinamika politik dan meningkatkan peluang kemenangan pasangan ini.
Erick Dominggus menyampaikan bahwa tujuan utama perubahan dukungan ini adalah menciptakan masa depan NTT yang lebih makmur.
Ia optimistis pasangan Simon Petrus Kamlasi – Adrianus Garu mampu membawa perubahan positif selama lima tahun ke depan.
“NTT membutuhkan pemimpin yang tegas dan pekerja keras. Kami percaya SIAGA adalah solusi terbaik untuk NTT,”pungkas Erick.
Perubahan dalam peta dukungan politik ini akan menjadi perhatian utama hingga hari pemungutan suara. Apakah SIAGA mampu memanfaatkan momentum ini untuk memenangkan Pilgub NTT? Waktu yang akan menjawab.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
