Kupang, BBC – Konferensi Kabupaten Kupang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2025 resmi dibuka oleh Bupati Kupang, Yosef Lede pada Senin (8/9) di Aula Persekolahan Yayasan Kasih Karunia, Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur.

Momentum akademik ini menjadi tonggak penting dalam mempertegas eksistensi PGRI sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, yang memiliki strategic role dalam membangun human capital dan meningkatkan mutu pendidikan lokal.

Dalam forum deliberatif tersebut, hadir ratusan delegasi dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kupang. Agenda utama meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus PGRI Kabupaten Kupang masa bakti 2020–2025, sekaligus pemilihan pengurus baru untuk periode 2025–2030.

Proses ini merupakan implementasi dari amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI, sekaligus wujud dari praktik organizational governance yang sehat dan akuntabel.

Bupati Yosef Lede dalam sambutannya menegaskan bahwa PGRI adalah organisasi dengan pengaruh yang signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, guru bukan hanya pendidik di ruang kelas, melainkan juga agent of change yang menentukan arah pembangunan masyarakat di masa depan.

“Saya memberi rasa hormat setinggi-tingginya kepada PGRI. Organisasi ini harus lebih meningkatkan perannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kupang,” tegas Yosef Lede.

Lebih lanjut, Yosef Lede menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang selalu membuka ruang kolaborasi dengan PGRI.

Dalam perspektif public policy, PGRI dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam merespons kompleksitas tantangan pendidikan di era kontemporer.

Oleh karena itu, ia berharap pengurus PGRI periode 2025–2030 yang terpilih adalah figur-figur terbaik dengan kompetensi kepemimpinan, kapasitas manajerial dan integritas moral yang kuat.

Bupati juga menekankan urgensi digital transformation dalam dunia pendidikan. Menurutnya, implementasi digital learning systems merupakan program nasional yang harus segera diadaptasi oleh seluruh sekolah di Kabupaten Kupang.

“Kepala sekolah harus memahami sistem pendidikan digital tanpa terkecuali, demi mewujudkan pendidikan unggul dan kompetitif,” ujar Yosef Lede.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa pendidikan digital telah menjadi key performance indicator (KPI) bagi masa depan pendidikan di daerah.

Sementara itu, Ketua PGRI Nusa Tenggara Timur, Sam Haning mengapresiasi komitmen Bupati Kupang terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik. Ia menegaskan bahwa guru adalah “light bearers” atau pembawa terang yang perannya tidak boleh diremehkan dalam struktur sosial.

Ia berharap kepengurusan PGRI Kabupaten Kupang yang baru dapat melanjutkan institutional synergy dengan pemerintah daerah, sehingga posisi guru semakin diperkuat sebagai pillar of civilization.

Konferensi ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Eliaser Teuf, Sekretaris PGRI NTT, Uly Riwu Kaho, Ketua PGRI Kabupaten Kupang periode 2020–2025, Ribka Kekado, serta pengurus lama dan para delegasi dari kecamatan se-Kabupaten Kupang.

Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menandai bahwa konferensi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sebagai intellectual forum yang mempersatukan seluruh stakeholder pendidikan.

Keberadaan PGRI merupakan representasi dari professional association yang tidak sekadar melindungi hak-hak guru, tetapi juga memperjuangkan education equity dan social justice.

Di tengah derasnya arus globalisasi, organisasi ini diharapkan mampu memimpin agenda capacity building bagi guru, memperkuat pedagogical competence dan mendorong lifelong learning culture di Kabupaten Kupang.

Lebih jauh, konferensi ini diyakini akan menghasilkan rekomendasi strategis yang bersifat policy-oriented, baik dalam bentuk program peningkatan mutu guru maupun kerangka kerja sama dengan pemerintah.

Dengan demikian, PGRI Kabupaten Kupang tidak hanya menjadi organisasi profesi, melainkan juga knowledge-based institution yang berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

PGRI Kabupaten Kupang, dengan slogan “Dari Guru untuk Negeri”, kini berdiri di persimpangan sejarah. Apabila mampu memperkuat peranannya, organisasi ini akan menjadi driving force dalam mengawal masa depan pendidikan lokal, memastikan bahwa generasi muda Kupang tumbuh dalam ekosistem pendidikan yang inklusif, inovatif dan berdaya saing tinggi.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.