Kupang,BBC — Di tengah arus perubahan sosial yang terus bergerak cepat, peran media lokal tidak lagi sekadar menjadi penyalur informasi, melainkan juga penjaga nalar publik dan penenun nilai-nilai kebersamaan.
Dalam konteks itulah Pos Kupang menegaskan eksistensinya sebagai medium reflektif pembangunan di Nusa Tenggara Timur, sebagaimana tercermin dalam penyelenggaraan Pos Kupang Award 2025 di Hotel Aston Kupang, Selasa (16/12/2025) sore.
Memasuki usia ke-33 tahun pada 1 Desember 2025, Pos Kupang menandai perjalanan panjang pengabdiannya melalui sebuah forum apresiasi yang tidak berhenti pada perayaan simbolik.
Selama empat tahun berturut-turut, Pos Kupang Award telah menjadi ruang evaluasi sosial—menghadirkan pengakuan atas kerja-kerja nyata pemerintah daerah, institusi dan individu dalam merawat kesinambungan pembangunan melalui semangat transformasi berkelanjutan.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena dan dihadiri para kepala daerah lintas wilayah, di antaranya Bupati Kupang Yosef Lede, Wali Kota Kupang Christian Widodo, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Wulla, serta Bupati Timor Tengah Utara Yosep Falentinus Delasalle Kebo.
Hadir pula jajaran manajemen Pos Kupang, yakni General Manager Margareta Iin Wahyunigrum, Komisaris Irha Godhi dan Pemimpin Redaksi Dion D.B. Putra, bersama perwakilan Bank Indonesia, Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota, pimpinan instansi mitra strategis, serta berbagai undangan lainnya.
Berpijak pada tema “Transformasi Berkelanjutan”, Pos Kupang Award 2025 menganugerahkan penghargaan kepada 41 kategori penerima. Salah satu penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang atas keberhasilan Program Penguatan Lembaga Keagamaan, sebuah kebijakan publik yang dinilai secara objektif dan independen sebagai program yang konsisten, terukur dan berdampak dalam kepemimpinan Bupati Yosef Lede bersama Wakil Bupati Aurum Titu Eki.
Dalam visi pembangunan “Menuju Kabupaten Kupang Emas”, Pemerintah Kabupaten Kupang menempatkan penguatan lembaga keagamaan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan daerah.
Program ini mencakup beragam kegiatan, mulai dari ziarah wisata rohani, pawai Paskah, Pesparawi, penyediaan kendaraan operasional pelayanan rohani, hingga pelaksanaan sidang klasis.
Keseluruhan kebijakan tersebut merepresentasikan pendekatan pembangunan yang menempatkan manusia sebagai subjek utama—tidak hanya dibangun jasmaninya, tetapi juga dirawat dimensi batin dan karakternya.
Integrasi Program Penguatan Lembaga Keagamaan ke dalam RPJMD Kabupaten Kupang 2025–2030 mempertegas bahwa kebijakan ini bukanlah respons sesaat, melainkan bagian dari desain pembangunan jangka menengah yang berlandaskan visi, nilai dan keberlanjutan.
Dalam kerangka ini, pembangunan sosial dan spiritual dipandang sebagai fondasi etis bagi terciptanya masyarakat yang berdaya, inklusif, dan bermartabat.
Redaksi Pos Kupang menilai, keberhasilan program tersebut terletak pada kemampuannya menjadikan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Pendekatan kolaboratif ini menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda, yang tidak hanya disiapkan untuk menghadapi tantangan ekonomi dan sosial, tetapi juga dibekali nilai-nilai moral dan spiritual sebagai kompas kehidupan bersama.
Saat menerima penghargaan, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada Pos Kupang. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan amanah moral sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Kupang untuk terus bekerja dengan kesungguhan, kehati-hatian dan tanggung jawab etis dalam membangun daerah.
Yosef Lede juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Pos Kupang, seraya berharap media ini tetap setia menjadi mitra kritis dan inspiratif dalam pembangunan Nusa Tenggara Timur.
Pandangan serupa disampaikan Gubernur NTT Melki Laka Lena, yang mengapresiasi konsistensi Pos Kupang dalam memberikan ruang penghargaan bagi pemerintah daerah, institusi, swasta dan individu yang berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Menurutnya, Pos Kupang telah memainkan peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa transformasi adalah proses berkelanjutan yang harus dijaga di setiap sektor pembangunan.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Pos Kupang Dion D.B. Putra menjelaskan bahwa sejak 2022, ratusan individu dan lembaga telah menerima penghargaan dari Pos Kupang.
Ia menegaskan bahwa tema “Transformasi Berkelanjutan” merefleksikan keyakinan bahwa hanya melalui perubahan yang terarah dan berkesinambungan, setiap sektor dapat bertahan dan tumbuh di tengah dinamika zaman yang terus berubah.
Selain Pemerintah Kabupaten Kupang, Pos Kupang Award 2025 juga diberikan kepada sejumlah penerima lainnya, antara lain Gubernur NTT pada kategori Tata Kelola Ekonomi Daerah Terbaik, Wali Kota Kupang pada kategori Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dan UMKM, Bupati Rote Ndao sebagai Pioner Kawasan Industri Garam, Bupati Sumba Barat Daya pada kategori Pembangunan Infrastruktur Esensial, Universitas Nusa Cendana pada kategori Publikasi Ilmiah Bereputasi Global serta berbagai institusi dan tokoh yang dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
