Kupang, BBC — Dalam semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kupang menggelar Ibadah Syukur Malam Puji-Pujian sebagai penutup rangkaian kegiatan lomba dan expo pembangunan yang berlangsung lebih dari sepekan.

Momentum ini tidak sekadar perayaan, tetapi juga refleksi spiritual, sosial dan kultural yang menyatukan masyarakat lintas iman dalam suasana penuh harapan.

Ibadah syukur yang digelar di Kabupaten Kupang dipimpin oleh Pendeta Markus Y. Leunupun, M.Th dari Sinode GMIT bersama Romo Fransiscus Amandus Oe Ninu, Pr, yang keduanya menghadirkan khotbah sarat makna.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Bupati Aurum Titu Eki, Plt. Sekda Pieter Sabaneno, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah serta masyarakat luas.

Dalam khotbahnya, Pdt. Markus menekankan bahwa kemerdekaan dan keberhasilan penyelenggaraan pembangunan adalah wujud nyata dari rahmat Tuhan.

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang memenuhi arena Expo Pembangunan dan UMKM menunjukkan geliat ekonomi lokal yang terus bangkit.

“Bangkit Bersatu Menuju Kabupaten Kupang Emas bukan hanya tema seremonial, melainkan ajakan konkret untuk keluar dari keterpurukan dan membangun dengan kasih serta tanggung jawab,” tegasnya.

Suasana ibadah semakin hangat ketika Romo Amance membuka khotbahnya dengan pantun bernuansa lokal. Ia menggarisbawahi bahwa kebangkitan sejati hanya dapat dicapai melalui komitmen, konsistensi dan persaudaraan lintas iman.

Baginya, kepemimpinan daerah harus ditopang oleh kesetiaan dan dedikasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Kebangkitan yang kita rayakan hari ini adalah kebangkitan yang mengubahkan, yang memberikan pengharapan baru bagi generasi Kupang,” ujarnya.

Bupati Kupang, Yosef Lede dalam sambutannya menegaskan bahwa kesuksesan berbagai lomba, expo pembangunan dan ibadah syukur tidak lahir semata dari kerja keras manusia, tetapi karena kasih karunia Tuhan.

Ia mengapresiasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah hingga warga, yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian acara.

“Perayaan ini adalah wujud nyata persaudaraan yang meneguhkan semangat kebangsaan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergandengan tangan bersama pemerintah, demi mewujudkan visi Kabupaten Kupang Emas yang berkeadilan, sejahtera dan penuh harapan,” ungkap Yosef Lede dengan penuh keyakinan.

Peristiwa ini merefleksikan dialektika antara religiusitas, kebudayaan dan pembangunan. Dalam konteks ibadah syukur semacam ini tidak hanya memperkuat iman kolektif, tetapi juga memperkokoh kohesi sosial. Kehadiran tokoh lintas iman menegaskan bahwa persatuan dan toleransi merupakan modal utama pembangunan daerah.

Lebih jauh, tema “Bangkit Bersatu Menuju Kabupaten Kupang Emas” mengandung nilai filosofis bahwa kemerdekaan adalah proyek peradaban yang terus berlanjut.
Pembangunan infrastruktur, penanganan stunting, hingga penguatan ekonomi kerakyatan hanyalah instrumen menuju cita-cita luhur: masyarakat Kabupaten Kupang yang berdaya, adil dan beriman.

Ibadah syukur malam puji-pujian ini menjadi simfoni persaudaraan yang menggema di bumi Kupang. Dari khotbah para rohaniwan hingga pernyataan pemerintah, tampak bahwa nilai iman, kasih dan kerja sama menjadi fondasi utama kebangkitan daerah.

Dengan semangat kemerdekaan ke-80, Kabupaten Kupang tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menulis babak baru perjuangan menuju masa depan.

Dalam doa, pantun dan puji-pujian, masyarakat Kupang meneguhkan tekad: bangkit bersama, melangkah maju dan menenun harapan menuju Kupang Emas yang sejahtera

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.