Kupang, BBC – Pemerintah Kabupaten Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui penyaluran alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di wilayahnya.
Kegiatan penyerahan alsintan yang dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025, bertempat di halaman kantor Bupati Kupang, terdiri dari 37 unit handtraktor dan 7 unit combine harvester, merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung sektor pertanian.
Dalam arahannya, Bupati Kupang, Yosef Lede menyampaikan bahwa bantuan alsintan ini merupakan bagian dari program lanjutan yang diprakarsai pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian
Menurut Bupati, pemberian alsintan ini telah memasuki tahap keempat dan menjadi strategi penting dalam mendorong produktivitas para petani, mengingat 80% penduduk Kabupaten Kupang bergantung pada sektor pertanian dan peternakan.
“Pemerintah pusat, melalui program Menteri Pertanian hari ini memberikan bantuan alsintan untuk keempat kalinya. Ini adalah upaya luar biasa, mengingat 80 persen penduduk Kabupaten Kupang menggantungkan hidupnya pada pertanian dan peternakan. Oleh sebab itu, fokus pemerintah pusat sangat tepat untuk memprioritaskan daerah yang memiliki potensi pertanian tinggi seperti Kabupaten Kupang. Kami patut bersyukur karena daerah kami menjadi salah satu yang menerima bantuan terbanyak,” ujar Bupati Yosef.
Bupati juga mengajak para petani untuk memanfaatkan bantuan alat mesin tersebut secara optimal, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung program nasional pangan bergizi.
“Kami telah berkomitmen dan berjuang menggunakan alat ini secara maksimal. Saya dan Ibu Wakil Bupati turut berperan aktif dalam mendorong optimalisasi penggunaan alsintan ini. Lahan-lahan yang ada saat ini harus dikelola secara produktif, sebagaimana arahan Presiden, untuk mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung program konsumsi makanan bergizi,” jelasnya.
Dalam upaya memastikan pemanfaatan bantuan berjalan efektif, Bupati Yosef menegaskan perlunya pengelolaan kelompok tani yang solid dan bertanggung jawab.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan monitoring melalui komunikasi digital agar bantuan tepat sasaran dan kelompok tani yang produktif mendapat dukungan berkelanjutan.
“Kami sudah membentuk grup komunikasi khusus untuk memantau dan membina kelompok tani penerima bantuan. Kelompok yang menunjukkan komitmen kerja keras akan terus kami dukung. Dalam waktu dekat, kami juga akan melakukan kunjungan ke desa-desa guna memastikan bahwa dana desa sebesar 20% yang diinstruksikan telah dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Kami tidak akan membiarkan ada desa yang memiliki lahan pertanian tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal,” ujar Bupati.
Lebih jauh, Bupati Yosef memaparkan program ‘Satu Desa Lima Sumur bor’ yang menjadi salah satu fokus pembangunan daerah dalam menunjang ketahanan pangan melalui pengelolaan sumber daya lokal secara terpadu.
“Kami akan melaksanakan program satu desa lima sumur bor, termasuk pembangunan lima sumur bor di tiap desa. Program ini didukung penuh oleh visi misi kami dan Dinas Pertanian Kabupaten Kupang. Dengan langkah ini, kami optimistis ekonomi daerah akan semakin maju dan produktivitas pertanian meningkat,” tambahnya.
Bupati juga menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang untuk menyelesaikan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian.
Ia mengimbau agar tidak ada lahan produktif yang dibiarkan menganggur, sehingga kesejahteraan petani terus meningkat.
“Hari ini kami bertekad menyelesaikan program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Menteri Pertanian . Kami tidak menginginkan lahan pertanian menganggur atau tidak termanfaatkan. Meskipun bantuan ini masih sebagian kecil, kami akan terus berupaya agar dalam waktu dekat semua kelompok tani bisa menerima dan memanfaatkan alsintan ini secara merata,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki memberikan penjelasan tambahan terkait tanggung jawab dan pengelolaan alat mesin pertanian yang telah diserahkan kepada kelompok tani.
Ia menekankan pentingnya penggunaan secara kolektif dan perawatan yang baik untuk menjaga keberlanjutan fungsi alat tersebut.
“Pemberian alsintan ini bersifat hibah penuh, artinya alat sudah menjadi milik kelompok tani. Oleh karena itu, tanggung jawab penuh dalam pengelolaan dan pemeliharaan alat berada di tangan kelompok. Penggunaan alat harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak boleh disalahgunakan atau dipakai secara individual tanpa koordinasi,” jelas Wakil Bupati Aurum.
Lebih lanjut, Aurum mengingatkan agar kelompok tani melakukan diskusi dan membuat kesepakatan bersama mengenai penggunaan dan pemeliharaan alsintan, sehingga tidak terjadi kerusakan akibat pengelolaan yang tidak terorganisir.
“Kami mendorong kelompok tani untuk duduk bersama secara rutin membahas pemakaian, perawatan, dan pemeliharaan alat. Jika terjadi kerusakan, kelompok harus bertanggung jawab bersama dan mencari solusi secara kolektif. Kami tidak ingin alsintan ini menjadi barang rongsokan akibat ketidakpedulian. Ini adalah aset bersama yang harus dijaga untuk kepentingan petani dan ketahanan pangan Kabupaten Kupang,” pungkasnya.
Penyaluran bantuan alsintan yang konsisten dan pengelolaan yang bertanggung jawab ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan petani dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi agraris yang berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
