BB – Dalam dunia hukum, peran paralegal tidak hanya terbatas pada pendampingan hukum, tetapi juga kemampuan berkomunikasi yang efektif. Salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki adalah public speaking.

Hal ini terungkap dalam Kurikulum Pelatihan Paralegal Serentak (PARLETAK) Tahun 2025, di mana Teknik Komunikasi Bagi Paralegal menjadi salah satu dari sembilan mata pelajaran utama yang wajib dikuasai.

Herry FF Battileo, S.H., M.H., pemateri dari LBH Surya Provinsi NTT, menegaskan bahwa kemampuan public speaking yang efektif menjadi kunci utama bagi paralegal dalam membangun kepercayaan dan pengaruh di tengah masyarakat.

Dalam pelatihan virtual yang diselenggarakan baru-baru ini, Herry Battileo menjelaskan bahwa paralegal harus mampu menyampaikan pesan hukum dengan bahasa yang mudah dipahami, jelas, dan dapat diterima oleh berbagai kalangan.

Public speaking yang baik membantu paralegal:

Membangun kepercayaan klien melalui penyampaian informasi hukum yang jelas dan transparan.

Menggali informasi penting dari klien dan pihak terkait dengan teknik komunikasi yang efektif.

Menginspirasi dan memengaruhi audiens, terutama dalam edukasi hukum di masyarakat.

“Komunikasi yang efektif berarti pengirim dan penerima pesan memiliki pemahaman yang sama. Di sinilah pentingnya public speaking—agar pesan hukum tersampaikan dengan tepat dan dipahami secara benar,” ujar Herry Battileo.

Herry Battileo mengungkapkan lima prinsip utama dalam public speaking yang harus dipahami oleh paralegal:

1. Respect (Menghargai) – Menghormati audiens dengan memahami latar belakang mereka.

2. Empathy (Empati) – Mampu merasakan dan memahami situasi audiens.

3. Audible (Dapat Didengar) – Suara dan penyampaian harus jelas dan mudah dipahami.

4. Clarity (Kejelasan) – Hindari ambiguitas; pastikan pesan yang disampaikan tidak menimbulkan salah tafsir.

5. Humble (Rendah Hati) – Bersikap rendah hati dalam berbicara, tanpa menunjukkan kesan menggurui.

Tips Public Speaking Efektif untuk Paralegal

Selain prinsip di atas, Herry juga membagikan beberapa tips komunikasi efektif, antara lain:

Kenali audiens dengan baik, sehingga penyampaian pesan dapat disesuaikan.

Jangan berasumsi lebih tahu; berikan ruang bagi audiens untuk berbicara.

Latih bahasa non-verbal seperti gestur dan ekspresi wajah yang mendukung pesan.

Jadilah pendengar yang baik, karena mendengar adalah bagian penting dari komunikasi dua arah.

Mengutip Al-Ghazali, Herry menambahkan, “Untuk menjadi pembicara yang baik, seseorang harus menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu.”

Herry juga menyoroti beberapa hambatan umum dalam komunikasi, seperti perbedaan bahasa, faktor budaya, dan salah pengertian. Oleh karena itu, paralegal harus memiliki kemampuan untuk:

Menyesuaikan bahasa dengan audiens.

Mengatasi perbedaan budaya dengan sikap terbuka dan inklusif.

Menghindari kelebihan informasi agar pesan tetap fokus dan mudah dipahami.

Public speaking yang efektif bukan hanya tentang berbicara di depan umum, tetapi bagaimana paralegal dapat membangun kepercayaan dan menghasilkan pengaruh positif melalui komunikasi yang jelas, empatik, dan bermakna. D

engan menguasai teknik-teknik ini, paralegal akan lebih siap menjalankan perannya sebagai pendamping hukum yang profesional dan berintegritas.

Pelatihan Teknik Komunikasi Bagi Paralegal dalam PARLETAK 2025 ini diharapkan dapat mencetak paralegal yang tidak hanya cerdas dalam hukum, tetapi juga unggul dalam kemampuan komunikasi, sehingga mampu menjadi jembatan yang efektif antara masyarakat dan keadilan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.