Kupang, BBC – Kasus dugaan keterlibatan seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi perhatian publik.

Guru tersebut, Alvin Kase diduga kuat merupakan ayah biologis dari janin yang kini dikandung oleh kekasihnya, Bendelina Malafu, dengan usia kehamilan mencapai lima bulan.

Bendelina kepada Tim Media menegaskan bahwa tudingan adanya pria lain dalam hubungannya merupakan alasan yang tidak berdasar dan dinilai sebagai upaya mengalihkan tanggung jawab. Ia menyampaikan bahwa selama menjalin hubungan intim dengan Alvin Kase, tidak ada laki-laki lain dalam kehidupannya.

“Kalau memang ada pria lain, mengapa pada akhir tahun 2025 ia membawa keluarga besarnya datang bertemu keluarga saya dan membicarakan rencana pernikahan?” ungkap Bendelina.

Menurut Bendelina, fakta penting lainnya adalah puskesmas mencatat ayah dari anak yang ia kandung adalah Alvin Kase

Dari pemeriksaan tersebut, pihak puskesmas mengeluarkan buku KMS (Kartu Menuju Sehat), yang di dalamnya tercantum nama Alvin Kase sebagai ayah dari janin yang dikandung, bukan nama laki-laki lain.

“Artinya, dia sendiri mengakui bahwa anak yang saya kandung adalah anaknya,” tegas Bendelina.

Namun demikian, sikap Alvin Kase kini justru dipertanyakan. Setelah proses pemeriksaan kesehatan dilakukan bersama dan rencana pernikahan sempat dibicarakan secara kekeluargaan, Alvin Kase disebut tiba-tiba menghindar dan tidak menunjukkan tanggung jawab atas kehamilan tersebut.

Sebagai seorang guru di salah satu SMP Negeri di wilayah Fatuleu, sikap Alvin Kase dinilai mencederai nilai moral dan etika profesi pendidik. Guru sebagai figur teladan seharusnya menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, serta integritas, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan pribadi.

Tiga Pertanyaan Media Belum Dijawab
Dalam upaya menjaga keberimbangan pemberitaan, Tim Media telah menghubungi Alvin Kase dan menyampaikan tiga pertanyaan klarifikasi terkait kasus ini.

Pertanyaan tersebut dikirimkan secara resmi melalui pesan WhatsApp (WA), tanpa perubahan redaksi, sebagai berikut:

“Sebagai seorang guru PPPK yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab moral, bagaimana Anda menjelaskan sikap menolak tanggung jawab terhadap perempuan yang hamil saat ini”

“Bagaimana Anda mempertanggungjawabkan sikap ini secara moral dan etika, mengingat posisi Anda sebagai pendidik yang seharusnya memberi teladan tentang tanggung jawab dan kejujuran?”

“Jika Anda mengaku mengetahui bahwa pasangan Anda memiliki laki-laki lain, mengapa Anda tetap memaksa atau melanjutkan hubungan intim hingga terjadi kehamilan? Bukankah itu menunjukkan bahwa Anda sendiri yakin dengan hubungan tersebut?”

Hingga berita ini diterbitkan, Alvin Kase belum memberikan jawaban atau klarifikasi substantif atas ketiga pertanyaan tersebut. Satu-satunya respons yang diterima Tim Media melalui pesan WhatsApp hanyalah jawaban singkat:

“Pagi karmana kaka.”

Tim Media menegaskan tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi resmi dari Alvin Kase maupun pihak terkait lainnya, demi penyampaian informasi yang berimbang, profesional, dan bertanggung jawab

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.