BB – Dalam upaya mewujudkan Pemilu 2024 yang aman, adil, dan demokratis, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kupang terus memperkuat pengawasan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Marthoni Reo, dalam konferensi pers di ruang Gakumdu menyampaikan berbagai langkah strategis untuk meminimalisir potensi gangguan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pemetaan TPS Rawan: Langkah Awal Antisipasi Masalah

Bawaslu telah memetakan 318 TPS dengan tingkat kerawanan tinggi berdasarkan 14 indikator yang mencakup:

– Pemilih disabilitas (318 TPS).

– Pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, seperti meninggal dunia atau berubah status menjadi TNI/Polri (160 TPS).

– Kendala jaringan internet (70 TPS).

– Faktor geografis dan cuaca yang menyulitkan akses ke TPS (33 TPS).

– Riwayat praktik intimidasi, politik uang, dan isu SARA di sekitar TPS.

20241123 170906298

Selain itu, terdapat pula 6 indikator TPS dengan kerawanan sedang, seperti lokasi TPS yang dekat dengan pasar atau tempat kerja yang berpotensi memengaruhi netralitas pemilih.

Untuk memastikan proses pemilu berjalan lancar, Bawaslu Kabupaten Kupang telah menyusun strategi pencegahan, di antaranya:

1.Patroli Pengawasan di wilayah dengan TPS rawan untuk memantau potensi pelanggaran.

2.Koordinasi Intensif dengan pasangan calon, aparat penegak hukum, dan pihak terkait lainnya.

3.Sosialisasi dan Pendidikan Politik kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pemilih.

4.Kolaborasi dengan Pemantau Pemilu dan organisasi masyarakat dalam pengawasan partisipatif.

5.Penyediaan Posko Pengaduan Masyarakat yang mudah diakses baik secara offline maupun online.

“Kami berharap strategi ini dapat mencegah potensi gangguan, sekaligus memastikan proses pemilu berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi,” ujar Marthoni Reo.

Bawaslu juga menyoroti pentingnya transparansi data pemilih. Seluruh proses pendistribusian logistik pemilu dan pelaksanaan pemungutan suara akan diawasi secara ketat.

“Ketersediaan logistik dan akurasi data pemilih menjadi prioritas kami. Hal ini untuk memastikan hak pilih masyarakat tidak terabaikan,” tambahnya.

Bawaslu Kabupaten Kupang berharap semua pihak, termasuk pasangan calon, masyarakat, dan lembaga terkait, dapat bekerja sama untuk menciptakan Pemilu 2024 yang kondusif.

Dengan pengawasan ketat dan langkah pencegahan yang sudah dilakukan, Bawaslu optimistis bahwa proses pemilu di Kabupaten Kupang akan berlangsung tanpa hambatan besar.

Dengan upaya ini, Bawaslu Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya untuk mengawal demokrasi yang bersih, jujur, dan adil.

“Mari kita bersama-sama menjaga integritas Pemilu 2024 agar menjadi momen penting dalam memperkuat demokrasi di Indonesia,” tutup Marthoni Reo.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.