BB – Salah satu destinasi super prioritas di Indonesia, terus berkembang pesat sebagai ikon pariwisata dunia.

Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P., dalam kegiatan webinar bertema “Bandara Internasional Labuan Bajo: Pintu Masuk Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT”. Penegaskan pentingnya sinergi multi pihak untuk mengoptimalkan potensi wilayah ini. 

Acara yang diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) pada Rabu (25/9/2024), menyoroti Bandara Komodo sebagai gerbang utama yang memegang peran strategis dalam pembangunan pariwisata di NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur Andriko menggarisbawahi bahwa NTT memiliki lebih dari 1.637 destinasi wisata yang terdiri dari 339 wisata bahari dan 314 destinasi wisata minat khusus.

Potensi ini mendorong perlunya pengembangan superhub pariwisata dan ekonomi kreatif yang bertaraf internasional di kawasan timur Indonesia.

Labuan Bajo tidak hanya menjadi pintu gerbang bagi wisatawan lokal dan mancanegara, tetapi juga berperan penting dalam mendorong kolaborasi lintas provinsi, seperti dengan Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Sinergi ini didukung dengan pengembangan paket perjalanan dan peningkatan rute penerbangan domestik maupun internasional.

“Labuan Bajo perlu aksesibilitas penerbangan yang optimal serta kesiapan infrastruktur sebagai gerbang utama pariwisata NTT,” ujar Pj. Gubernur Andriko. 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan fasilitas publik, kemudahan akses bagi penyandang disabilitas, serta promosi visual budaya lokal akan semakin memperkuat daya tarik wisata NTT.

Dengan statusnya sebagai bandara internasional, Bandara Komodo di Labuan Bajo kini melayani hingga 4 juta wisatawan per tahun. 

Bandara ini telah dilengkapi dengan landasan pacu sepanjang 2.650 meter dan fasilitas keamanan berstandar internasional. Bandara ini dikelola oleh PT Cardig Aero Services (CAS) dan Changi Airports Mena Pte Ltd dari Singapura, yang memperkuat kapasitas Labuan Bajo sebagai pusat pariwisata internasional.

Pj. Gubernur Andriko menyampaikan bahwa dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI sangat penting untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif NTT.

“Harapannya, pariwisata dapat menjadi lokomotif pembangunan di NTT, tidak hanya di Labuan Bajo, tetapi juga di kabupaten/kota lainnya,” tambahnya.

Pengembangan pariwisata di NTT, khususnya Labuan Bajo, merupakan buah dari kolaborasi multi pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga sektor swasta, masyarakat lokal, dan komunitas internasional. Diharapkan, dengan terjalinnya sinergi ini, NTT akan semakin dikenal di kancah internasional sebagai destinasi wisata unggulan.

Dengan peningkatan aksesibilitas, fasilitas publik yang lebih baik, dan promosi intensif, Labuan Bajo siap menjadi ikon pariwisata dunia.

Sinergi multi pihak ini akan memperkuat posisi NTT di peta pariwisata global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal melalui pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.