BB – Ancaman radikalisme terus menjadi perhatian serius di Indonesia. Demi memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila, telah diselenggarakan diskusi kebangsaan bertajuk
“Mengukuhkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Membangun Generasi yang Tangguh terhadap Ancaman Terorisme Guna Mewujudkan Pilkada Damai” di Auditorium PTSP, Kantor Walikota Jakarta Pusat,Kamis 17/10
Acara yang dihadiri oleh 150 perwakilan organisasi masyarakat (ormas) ini turut mengundang tokoh-tokoh penting, termasuk Wakil Walikota Jakarta Pusat Chaidir, M.Si,Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus 88 Anti-teror, Kompol Agus Isnaini M.Si, dan KBO Satbinmas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Wardi Jien SH, MM.

Para pemateri berfokus pada penguatan Pancasila sebagai pilar utama dalam menghadapi berbagai ancaman ideologi radikal yang merongrong generasi muda.
Dalam sambutannya,Iptu Wardi Jien menekankan bahwa Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga pedoman moral bagi seluruh warga Indonesia.
Beliau menyampaikan konsep P2NP (Pedoman Penanaman Nilai-Nilai Pancasila) yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila melalui metode “teori 1.3.5.12.60 dalam Modul 36 Jam”, yang diharapkan bisa diimplementasikan oleh generasi muda.
“Saat ini, radikalisme menjadi ancaman nyata bagi keutuhan bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus diinternalisasi sebagai benteng pertahanan moral agar generasi muda tidak terjerumus dalam pemikiran ekstremis yang berbahaya,”ungkap Wardi.
Lebih lanjut,Kompol Agus Isnaini menyoroti pola yang digunakan kelompok radikal dalam menyebarkan pengaruhnya. Mereka seringkali memanfaatkan isu keadilan sosial dan kesejahteraan untuk menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
“Mereka menggunakan narasi ketidakadilan dan kemiskinan untuk memancing simpati, padahal motif utamanya adalah menghancurkan tatanan ideologi negara kita,” tegasnya.
Selain itu, Prof. Dr. Ermaya Suradinata,Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), turut menyampaikan pentingnya terus membentengi generasi muda dengan pemahaman mendalam tentang Pancasila. Ia mengingatkan bahwa radikalisme berusaha menggeser ideologi Pancasila dengan ideologi lain yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang menjadi dasar bangsa Indonesia.
Dalam diskusi yang berlangsung khidmat, para peserta, termasuk tokoh masyarakat, mahasiswa, dan pemuda ormas, diberi kesempatan untuk menggali lebih dalam tentang pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.Generasi muda dipandang sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dari pengaruh negatif radikalisme.
Wakil Walikota Jakarta Pusat,Chaidir, M.Si, dalam penutupannya menegaskan bahwa acara ini merupakan langkah strategis untuk membangun generasi yang tangguh dan sadar akan pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
“Dengan semangat Pancasila, kita bisa mewujudkan Pilkada yang damai, bebas dari pengaruh negatif yang dapat merusak keutuhan bangsa ini,” tutupnya.
Acara ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat komitmen bangsa dalam menghadapi segala bentuk ancaman radikalisme dan terorisme, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
