Kupang, BBC —Pemerintah Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dinas Sosial Kabupaten Kupang yang telah hadir secara langsung mengunjungi Oma Terfina Lake, salah seorang warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan.

Ucapan terima kasih tersebut menjadi bukti nyata bahwa public service dan human dignity tetap menjadi prioritas dalam tata kelola pemerintahan sosial.

Sekretaris Desa Tolnaku, Jemi Bait mewakili Kepala Desa, menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan hanya tindakan formalitas, melainkan wujud nyata dari social responsibility pemerintah dalam menjamin kehadiran negara di tengah masyarakat.

Menurutnya, intervensi sosial semacam ini memperlihatkan betapa pentingnya governance yang humanis dan inklusif bagi warga yang rentan.

Oma Terfina Lake diketahui tinggal seorang diri di Dusun Dua, Desa Tolnaku. Rumah yang ia huni masih sangat sederhana, berdinding bebak, beratap daun dan berlantai tanah.

Realitas ini menggambarkan tantangan pembangunan sosial di pedesaan, di mana sustainability dan equity menjadi faktor penting yang harus dijawab dengan strategi kebijakan yang responsif.

Dalam kunjungan Dinas Sosial ini dapat dimaknai sebagai praktik nyata community empowerment yang memberi makna lebih luas dari sekadar bantuan material.

Hal tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kebijakan publik diterjemahkan dalam tindakan konkret yang menyentuh dimensi emosional, sosial dan spiritual masyarakat.

Jemi Bait menekankan bahwa Pemerintah Desa Tolnaku akan terus membangun sinergi dengan Dinas Sosial dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat jaringan perlindungan sosial.

Menurutnya, collaborative governance adalah jalan strategis dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan yang tidak meninggalkan kelompok marjinal.

Selain itu, kunjungan tersebut menjadi momentum reflektif bagi seluruh masyarakat desa tentang pentingnya solidarity dan social cohesion.

Kehadiran pemerintah di rumah Oma Terfina menunjukkan bahwa perlindungan sosial bukanlah konsep abstrak, melainkan implementasi nyata dari nilai kebersamaan dan tanggung jawab moral negara.

Pemdes Tolnaku juga menilai bahwa perhatian Dinas Sosial Kabupaten Kupang ini akan memberi energi moral baru bagi pemerintah desa dalam membangun kesadaran kolektif.

Public service delivery yang humanis dinilai mampu menciptakan legitimasi sosial yang kuat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Dalam kerangka pembangunan sosial berkelanjutan, dukungan terhadap warga rentan seperti Oma Terfina harus dipandang sebagai investasi jangka panjang.

Prinsip sustainability dan equity menuntut agar intervensi sosial tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menciptakan sistem perlindungan yang kokoh di masa depan.

Kisah Oma Terfina Lake seharusnya menjadi refleksi bagi seluruh masyarakat dan pemerintah bahwa keterbatasan fisik maupun material tidak boleh menghapus harapan.

Human resilience yang ia tunjukkan adalah cermin dari kekuatan batin manusia yang harus didukung oleh kebijakan negara yang inklusif dan berkeadilan

Akhirnya, Pemerintah Desa Tolnaku berharap agar sinergi dengan Dinas Sosial dapat berlanjut dalam program-program yang lebih sustainable dan terukur.

“Dalam keterbatasan, kita diajak untuk tetap saling menopang. Kehadiran pemerintah adalah tanda bahwa setiap warga memiliki nilai yang tidak ternilai di mata bangsa,” pungkas Jemi Bait dengan penuh harap.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.