Kupang, BBC – Loyalitas adalah cahaya yang tak pernah padam; ia bukan sekadar hadir, tetapi menyala dalam disiplin dan tanggung jawab.
Prinsip inilah yang ditegaskan Bupati Kupang, Yosef Lede saat memimpin Upacara Kesadaran Lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang di halaman Kantor Bupati, Rabu 17 September 2025 pagi.
Dalam amanatnya, Yosef menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya dituntut hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara moral.
Loyalitas bukan hanya ucapan, melainkan terukur melalui disiplin waktu, konsistensi kinerja dan kesungguhan menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Dalam upaya menumbuhkan budaya kerja yang sehat, Yosef Lede memperkenalkan sistem apresiasi konkret. Ia menjanjikan 20 unit telepon genggam bagi ASN yang menunjukkan kedisiplinan tinggi, terukur melalui evaluasi kehadiran dan kepatuhan pada apel selama enam bulan.
Namun, menurut Yosef, hadiah ini bukan sekadar benda materi, melainkan simbol etika penghargaan dalam birokrasi. Dalam perspektif public administration, penghargaan ini mencerminkan reward system yang memotivasi aparatur agar loyalitas diterjemahkan menjadi kinerja nyata.
“Apresiasi diberikan kepada ASN yang benar-benar menunjukkan disiplin dan loyalitas. Itu tanda bahwa kerja keras tidak pernah sia-sia,” tegas Yosef.
Bupati Kupang menggarisbawahi bahwa loyalitas ASN adalah bagian dari kontrak sosial antara birokrasi dan masyarakat. ASN yang loyal berarti menjaga kepercayaan publik, sementara ASN yang lalai berarti mengikis legitimasi pemerintah.
Karena itu, Yosef menegaskan bahwa pejabat Pimpinan Tinggi Pratama maupun staf lainnya akan dievaluasi setiap enam bulan. ASN yang gagal mencapai minimal 80 persen target kinerja akan dimutasi atau diganti.
“Tidak ada ruang bagi aparatur yang tidak produktif atau tidak loyal. Saya butuh ASN yang bekerja sungguh-sungguh membangun daerah ini,” ujar Yosef tegas.
Selain menekankan loyalitas, Yosef juga mengingatkan bahwa pemerintah wajib memenuhi hak-hak ASN, termasuk pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Ia menegaskan bahwa hak dan kewajiban harus berjalan selaras.
“Pemerintah akan memenuhi hak ASN dan ASN wajib menjaga disiplin, loyalitas serta tanggung jawab. Keduanya harus dijalankan dengan seimbang,” jelasnya.
Bagi Yosef, loyalitas ASN bukan sekadar norma birokratis, tetapi cahaya peradaban birokrasi. Dari loyalitas lahirlah integritas dan dari integritas lahirlah kepercayaan masyarakat.
Menutup amanatnya, ia menyampaikan pesan filosofis:
“Kesadaran ASN adalah kesadaran melayani. Disiplin, loyalitas dan tanggung jawab adalah warisan moral yang akan menentukan kualitas pemerintahan kita.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
