BBC — Pemerintah Kabupaten Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mengembangkan pertanian berbasis inovasi dan kolaborasi multisektor.

Langkah strategis ini ditandai dengan dilaksanakannya penanaman perdana padi varietas unggul Sri Dewi pada Musim Tanam II (MT II) di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, pada akhir pekan lalu.

Bupati Kupang, Yosef Lede secara langsung memimpin kegiatan tersebut di lahan milik kelompok tani Family Lifubatu.

Kegiatan ini didukung oleh kemitraan antara Pemerintah Daerah, PT Bisi Internasional dan organisasi kemanusiaan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Penggunaan benih padi hibrida Sri Dewi menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian lokal, sejalan dengan visi Presiden RI, Prabowo Subianto dalam program swasembada pangan nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef menekankan pentingnya pemanfaatan momentum Musim Tanam II secara optimal, mengingat ketersediaan air di sejumlah wilayah Kabupaten Kupang masih mencukupi.

Ia juga mengapresiasi peran aktif para kelompok tani yang telah memulai penanaman sejak awal musim.

“Bantuan seperti traktor, motor air dan pupuk subsidi telah kami distribusikan ke berbagai kelompok tani. Sekarang waktunya dimanfaatkan maksimal untuk tanam. Ini bukan hanya untuk kebutuhan pangan kita sendiri, tetapi juga menjawab peluang program nasional seperti Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar,” ujar Bupati Yosef.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Kupang harus mampu menjadi pemasok utama dalam program nasional tersebut, agar aliran anggaran tetap berputar dalam daerah dan memberi manfaat ekonomi langsung bagi petani lokal.

Selain padi, Bupati Kupang juga mendorong petani untuk mengembangkan tanaman hortikultura sebagai sumber pendapatan tambahan.

Menurutnya, diversifikasi pertanian menjadi kunci untuk menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga petani.

IMG 20250714 WA0011

Kebijakan ini menunjukkan orientasi Pemerintah Kabupaten Kupang yang berpihak pada kemandirian daerah dalam konteks ketahanan pangan.

Dalam konteks ini selaras dengan pendekatan pembangunan berbasis potensi lokal (endogenous development), di mana pertumbuhan ekonomi dibangun dari bawah dengan mengoptimalkan sumber daya dan partisipasi komunitas lokal.

Dengan penguatan kelembagaan tani, pemanfaatan teknologi pertanian dan pendampingan berkelanjutan, Kabupaten Kupang diyakini mampu menjadi salah satu lumbung pangan strategis di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kegiatan penanaman perdana ini juga menjadi simbol keberhasilan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta dan LSM.

Direktur Area PT Bisi Internasional Wilayah NTT, Lutfy Angga Try menjelaskan bahwa benih Sri Dewi merupakan varietas hibrida dengan potensi hasil tinggi dan ketahanan yang baik terhadap kondisi iklim lokal.

PT Bisi juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan teknis kepada petani, mulai dari tahap awal tanam hingga panen.

“Kami hadir bukan hanya dengan benih, tapi juga dengan pengetahuan. Pendampingan kami menyeluruh, termasuk dalam hal penggunaan pestisida yang tepat guna, agar hasil panen meningkat dan petani sejahtera,” ujar Lutfy.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.