Kupang, BBC — Kepolisian Sektor (Polsek) Fatuleu kembali menunjukkan wajah humanis Polri yang sesungguhnya. Di bawah kepemimpinan Kapolsek Fatuleu, Iptu Maks Tameno, S.H, jajaran Polsek Fatuleu melaksanakan kegiatan penanaman ratusan pohon pisang pada Jumat, 23 Januari 2026, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Kegiatan penanaman tersebut dilakukan dengan penuh semangat kebersamaan. Ratusan bibit pisang yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, di antaranya pisang Cavendish, pisang luan, pisang mas, pisang ambon dan pisang meja.
Penanaman ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan langkah nyata yang memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan bagi masyarakat sekitar.
Menanam bukan hanya tentang memasukkan bibit ke dalam tanah, tetapi tentang menanam harapan, kesabaran dan masa depan.
Seperti pepatah bijak mengatakan, “Siapa yang menanam hari ini, dialah yang memetik kehidupan esok hari.” Semangat inilah yang menjadi roh dalam kegiatan yang dipelopori oleh Kapolsek Fatuleu bersama jajarannya.
Kapolsek Fatuleu, Iptu Maks Tameno, S.H, kepada media ini pada Sabtu, 24 Januari 2026, menyampaikan bahwa tugas polisi tidak hanya terbatas pada penegakan hukum semata, tetapi juga harus hadir dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Polisi tidak hanya bekerja di balik meja atau di ruang proses hukum. Polisi harus turun langsung, bekerja bersama masyarakat, merasakan apa yang mereka rasakan dan memberi manfaat nyata,” ujar Iptu Maks Tameno.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan menanam pohon pisang ini memiliki makna filosofis yang dalam. Menanam mengajarkan nilai ketekunan, keikhlasan dan tanggung jawab.
“Pohon tidak tumbuh dalam sehari, begitu juga kepercayaan dan kesejahteraan masyarakat. Semua butuh proses,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polsek Fatuleu dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Pohon pisang dipilih karena memiliki nilai ekonomis, mudah dibudidayakan, serta bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam suasana penuh keakraban, anggota Polsek Fatuleu tampak bahu-membahu menanam bibit pisang tanpa sekat pangkat maupun jabatan.
Kebersamaan ini mencerminkan bahwa polisi dan masyarakat adalah satu kesatuan yang saling membutuhkan.
Ada sebuah kata bijak yang berbunyi, “Menanam pohon berarti percaya pada hari esok, meski kita mungkin tak menikmati seluruh buahnya.” Melalui kegiatan ini, Polsek Fatuleu menanam lebih dari sekadar pohon—mereka menanam nilai keteladanan dan pengabdian.
Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap aksi seperti ini dapat terus berlanjut. Kehadiran polisi dalam kegiatan produktif dinilai mampu mempererat hubungan emosional antara aparat keamanan dan warga.
Dengan langkah sederhana namun bermakna ini, Polsek Fatuleu kembali menegaskan bahwa Polri adalah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, yang hadir tidak hanya saat ada masalah, tetapi juga dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Menanam hari ini adalah investasi untuk masa depan. Dan apa yang dilakukan Kapolsek Fatuleu bersama jajarannya menjadi bukti bahwa pengabdian sejati tumbuh dari ketulusan dan aksi nyata
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
