BB – Jemaat GMIT Ebenhaezer Matani merayakan momen bersejarah dengan berlangsungnya Kebaktian Emiritasi Pendeta Christina Amekan-Koan dan perhadapan Pendeta Danial Manu serta Pendeta Petronela Leyloh sebagai pemimpin rohani baru.

Acara sakral ini dipimpin oleh Wakil Ketua Sinode GMIT, Pendeta Saneb Blegur, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba.

Kebaktian emiritasi ini menandai akhir masa pelayanan Pendeta Christina Amekan-Koan, yang telah mengabdikan hidupnya dalam pelayanan rohani hingga masa purna tugas.

Kini, tugas pelayanan dilanjutkan oleh Pendeta Danial Manu dan Pendeta Petronela Leyloh, yang resmi dihadapkan kepada Jemaat GMIT Ebenhaezer Matani.

Dalam sambutannya, Pendeta Saneb Blegur menegaskan bahwa hidup dalam pelayanan adalah bentuk persembahan tanpa mengharapkan imbalan.

Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi Pendeta Christina Amekan-Koan serta menekankan tanggung jawab baru yang kini diemban oleh Pendeta Danial Manu dan Pendeta Petronela Leyloh dalam membimbing jemaat.

IMG 20250216 WA0018

Dalam kesempatan ini, Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba, turut berpamitan kepada masyarakat, mengingat masa jabatannya akan segera berakhir dalam hitungan hari.

Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Jemaat GMIT atas dukungan selama ia memimpin Kabupaten Kupang.

Alexon Lumba juga menyoroti peran penting Gereja sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, keterlibatan gereja dalam program pembangunan sangat strategis, terutama dalam memperkuat aspek spiritual masyarakat.

“Kehadiran Gereja sangat dibutuhkan dalam mengoptimalkan penguatan spirit Jemaat, yang juga merupakan bagian dari masyarakat. Saya berharap para pendeta terus menjadi mitra pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan di Kabupaten Kupang,” ujar Alexon Lumba.

Suasana penuh haru dan syukur menyelimuti kebaktian ini. Jemaat GMIT Ebenhaezer Matani menyambut dengan hangat kehadiran Pendeta Danial Manu dan Pendeta Petronela Leyloh, yang kini mengemban amanah besar dalam membimbing dan melayani jemaat.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kupang, Sorta Lumba-Turnip, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah, Pendeta Alfred Waangsir, serta beberapa pimpinan OPD, camat, dan kepala desa di Kecamatan Kupang Tengah.

Dengan berlangsungnya kebaktian emiritasi dan perhadapan pendeta ini, GMIT Ebenhaezer Matani siap memasuki babak baru dalam perjalanan pelayanan rohani, memperkuat persekutuan, kesaksian, dan pelayanan kasih bagi jemaat serta masyarakat luas.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.